Semua Berburu Minyak Rusia, Jepang Akhirnya Terima Kiriman Pertama

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah tekanan besar terhadap pasokan daya dunia akibat bentrok di Timur Tengah, Jepang mulai mengambil langkah konkret untuk mengamankan kebutuhan energinya dengan menerima kiriman minyak dari Rusia untuk pertama kalinya sejak penutupan Selat Hormuz.

TV Tokyo, harian Asahi Shimbun, dan media lainnya dengan mengutip pejabat anonim dari perusahaan pemasok Taiyo Oil, Selasa (5/5/2026), menyebut sebuah kapal tanker nan membawa minyak mentah hasil proyek pengembangan gas alam Sakhalin-2 telah tiba di pesisir Imabari, Jepang barat.

Langkah ini terjadi setelah pasokan minyak dunia terganggu akibat penutupan Selat Hormuz di awal perang Iran, nan selama ini menjadi jalur krusial pengedaran daya dunia.

Jepang, nan selama ini berjuntai hingga sekitar 95% pada impor minyak dari Timur Tengah, berupaya mendiversifikasi sumber energinya sejak perang pecah pada 28 Februari, ketika Teheran secara efektif menutup jalur tersebut.

Proyek Sakhalin-2 di wilayah Sakhalin, Rusia, menjadi salah satu pengganti lantaran tidak termasuk dalam hukuman ekonomi dunia terhadap Moskow nan diberlakukan setelah invasi ke Ukraina pada 2022. Dengan demikian, Jepang tetap dapat mengakses sumber daya dari proyek tersebut.

Menurut laporan, Taiyo Oil menerima permintaan dari kementerian ekonomi Jepang untuk menerima pengiriman minyak tersebut sebagai bagian dari strategi pengamanan pasokan daya nasional.

Minyak mentah itu selanjutnya diperkirakan bakal diproses di kilang menjadi beragam produk, termasuk bensin, nafta, nan digunakan untuk memproduksi beragam peralatan mulai dari plastik, serat kimia hingga cat, serta produk minyak lainnya.

Dilansir AFP, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menegaskan bahwa tekanan terhadap pasokan minyak dunia telah memberikan akibat besar bagi area Asia-Pasifik. Berbicara di Canberra setelah berjumpa dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, dia menyebut situasi ini sebagai pukulan berat.

Ia mengatakan krisis pasokan minyak dunia memberikan "dampak nan sangat besar" terhadap area Asia-Pasifik, dan menambahkan bahwa Jepang berbareng Australia bakal merespons secara sigap untuk memastikan pasokan daya tetap stabil.

Sekitar seperlima pasokan minyak bumi biasanya melewati Selat Hormuz, sehingga penutupannya mendorong lonjakan nilai komoditas tersebut secara signifikan.

Takaichi sebelumnya juga menyatakan bahwa Jepang diperkirakan tetap mempunyai cukup produk kimia berbasis nafta hingga akhir tahun, setelah meningkatkan impor dari luar area Timur Tengah.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News