Ilustrasi.(Magnific)
MENGURANGI konsumsi makanan tertentu dapat membantu Anda mengontrol tekanan darah tinggi (hipertensi), kondisi nan memengaruhi nyaris sepertiga masyarakat di Amerika Serikat. Berikut saran dari penyedia jasa kesehatan mengenai sembilan jenis makanan nan sebaiknya dihindari demi menjaga kesehatan jantung.
1. Garam (Natrium)
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) merekomendasikan asupan natrium harian tidak lebih dari 1.500 miligram (mg) untuk orang dewasa. Namun, rata-rata orang mengonsumsi hingga 3.400 mg per hari, jauh melampaui pemisah 2.300 mg nan disarankan dalam Pedoman Diet 2025-2030.
American Heart Association (AHA) apalagi menyarankan pemisah nan lebih ketat, ialah 1.500 mg per hari. Mengurangi asupan harian sebanyak 1.000 mg saja sudah dapat meningkatkan kesehatan jantung secara signifikan. Selalu periksa label bungkusan untuk mengetahui jumlah garam per porsi.
2. Makanan Olahan
Diet sehat lebih mudah dicapai jika Anda menghindari makanan olahan. Produk-produk ini sering kali sarat dengan garam untuk meningkatkan rasa.
Faktanya, lebih dari 75% asupan garam dalam diet berasal dari makanan kemasan. Menghindari makanan sigap saji dan produk bungkusan adalah langkah paling efisien untuk memangkas asupan natrium.
3. Daging Deli dan Bacon
Daging olahan seperti salami dan bacon mengandung kadar garam nan sangat tinggi. Satu porsi salami Genoa mengandung 910 mg natrium, sementara tiga iris daging kalkun deli bisa mengandung lebih dari 1.000 mg.
Opsi nan lebih sehat meliputi daging sapi panggang, pork tenderloin, alias ayam panggang tanpa pengawet tambahan. Sebagai perbandingan, 2 ons kalkun panggang tanpa kulit hanya mengandung sekitar 40 mg natrium.
4. Pizza Beku
Kombinasi daging olahan, keju, dan saus tomat membikin pizza kaku menjadi bom natrium. Saus tomat saja bisa mengandung 400 mg natrium per separuh cangkir. Satu pangkas pizza kaku apalagi bisa mengandung lebih dari 1.000 mg natrium lantaran produsen menambahkan garam ekstra pada kerak dan bahan lain untuk memperkuat rasa.
5. Acar (Pickles)
Proses pembuatan acar melibatkan perendaman dalam air garam (brine) untuk pengawetan. Satu buah acar utuh dapat mengandung separuh dari rekomendasi asupan natrium harian Anda alias apalagi lebih. Satu pangkas mini acar timun (spear) saja bisa mengandung sekitar 300 mg natrium.
6. Sup Kalengan
Meski terlihat praktis dan sehat, sup kalengan sering kali mengandung natrium dalam jumlah tinggi. Jika Anda mempunyai hipertensi, pilihlah jenis rendah natrium alias buatlah sup sendiri di rumah. Dengan memasak sendiri, Anda bisa mengganti garam dengan rempah-rempah alias herbal untuk menambah rasa.
7. Gula
Asupan gula nan tinggi tidak hanya memicu kenaikan berat badan dan obesitas, tetapi juga dikaitkan dengan tekanan darah tinggi. AHA merekomendasikan pemisah gula tambahan maksimal sembilan sendok teh per hari untuk laki-laki dan enam sendok teh untuk wanita. Pedoman diet AS menyarankan tidak lebih dari 10 gram gula tambahan per sesi makan.
8. Lemak Trans dan Lemak Jenuh
Lemak jenuh banyak ditemukan dalam produk susu, daging merah, dan kulit ayam, sedangkan lemak trans biasanya berasal dari makanan olahan (minyak terhidrogenasi). Kedua jenis lemak ini dapat meningkatkan kolesterol jahat (LDL) nan menyumbat dan mengeraskan arteri, sehingga memicu kenaikan tekanan darah dan penyakit jantung.
9. Alkohol
Mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan tekanan darah dan mengganggu efektivitas obat hipertensi. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa tidak ada jumlah alkohol nan betul-betul kondusif bagi kesehatan. Selain itu, alkohol tinggi kalori nan dapat menyebabkan kelebihan berat badan, salah satu aspek akibat utama hipertensi. (Verywell Health/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·