Seleksi Paskibraka Harus Jadi Ruang Pembinaan Generasi Muda

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Seleksi Paskibraka Harus Jadi Ruang Pembinaan Generasi Muda Anggota Paskibra membentangkan bendera Merah Putih sepanjang seribu meter di Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu (27/10/2024).(ANTARA/Mohammad Ayudha)

DICORETNYA siswi SMA berjulukan Cathlyn Yvaine Lesmana dari daftar seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menuai polemik dan perhatian publik. Nama Cathlyn nan sebelumnya disebut lolos pada ranking ketiga seleksi provinsi mendadak lenyap dari daftar akhir dan digantikan peserta lain.

Peristiwa ini viral di media sosial dan memicu kritik pada sistem seleksi nan dinilai tidak transparan. Berbagai kalangan mempertanyakan proses penilaian hingga pengumuman akhir peserta nan lolos menuju seleksi tingkat nasional.

Pengamat politik dan norma Muslim Arbi menilai publik berkuasa mempertanyakan objektivitas proses seleksi jika peserta nan dinyatakan lolos kemudian dicoret tanpa penjelasan terbuka kepada masyarakat.

“Kasus Cathlyn ini memunculkan tanda tanya besar di publik. Bagaimana mungkin peserta nan sudah lolos dan berada di ranking atas tiba-tiba dicoret lampau diganti peserta lain. Ini menimbulkan dugaan adanya proses tidak transparan,” kata Muslim Arbi, Rabu (27/5/2026).

Menurut dia, seleksi Paskibraka semestinya menjadi ruang pembinaan generasi muda. Ia meminta pemerintah membuka seluruh hasil penilaian secara terang-benderang agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan. Muslim Arbi juga menilai keahlian Cathlyn nan disebut menguasai bahasa Inggris dan Mandarin semestinya menjadi nilai tambah dalam seleksi menuju tingkat nasional.

“Kalau memang siswi itu punya keahlian bahasa asing dan prestasi bagus, mestinya diapresiasi. Jangan sampai anak-anak berprestasi kehilangan kesempatan lantaran aspek nonteknis,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Purna Paskibraka Indonesia Makassar Muhammad Fahmi menilai sistem penilaian seleksi tidak terbuka. Ia menyebut proses seleksi memang dilakukan terbuka, tetapi tahapan penilaian hingga pengumuman dinilai tertutup.

Sementara itu, Pemprov Sulawesi Selatan menegaskan proses seleksi dilakukan sesuai sistem dan melibatkan beragam unsur dari pusat. Kepala Kesbangpol Sulsel Bustanul mengatakan seleksi Paskibraka adalah kewenangan Pemerintah Provinsi. "Peserta diseleksi adalah utusan terpilih dari kabupaten dan kota,” ujarnya. (H-2)
 

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia