Selat Hormuz(Google Maps)
KEPALA kebijakan luar negeri Uni Eropa (EU) Kaja Kallas menyoroti “situasi ganjil” di Selat Hormuz, nan berada di antara perang dan tenteram lantaran belum ada kesepakatan resmi antara pihak-pihak nan berkonflik.
Ketika berbincang di sela pertemuan informal para menteri luar negeri EU di Yunani, Kamis (28/5), dia mencatat bahwa situasi di Timur Tengah dan perang Rusia-Ukraina menjadi agenda utama pembicaraan.
"Selat Hormuz berada dalam situasi ganjil antara perang dan damai," kata Kallas.
Menegaskan bahwa kebebasan navigasi merupakan kepentingan semua orang, dia menyeru agar pihak-pihak nan berkonflik dalam segera mencapai kesepakatan damai.
"Sungguh demi kepentingan semua orang bahwa kebebasan navigasi dihormati di Selat Hormuz, lantaran semua orang bayar nilai nan sangat mahal untuk ini," tegasnya.
Kallas mengatakan para menlu EU juga bakal membahas aspek lain dari situasi Timur Tengah, gimana perihal itu berakibat pada mereka, dan gimana mereka dapat bekerja sama dalam masalah-masalah ini.
Ia menambahkan bahwa mereka juga bakal membahas perang Rusia-Ukraina nan sedang berlangsung, serta kemungkinan negosiasi. (Ant/P-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·