Selain Operasi, Ini Opsi Pengobatan Tumor Otak!

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Selain Operasi, Ini Opsi Pengobatan Tumor Otak! Pengobatan tumor otak.(Dok. Roswell Park)

DOKTER Spesialis Bedah Saraf MRCCC Siloam Semanggi, Made Agus Mahendra Inggas, menegaskan bahwa penemuan tumor di otak, termasuk nan berasal dari penyebaran kanker organ lain (metastasis), tidak selalu kudu ditangani melalui tindakan operasi.

Made menjelaskan bahwa keputusan medis untuk melakukan operasi sangat berjuntai pada kondisi spesifik pasien. Faktor penentu tersebut meliputi tingkat tekanan di dalam otak, ukuran tumor, gangguan kegunaan nan ditimbulkan, serta tujuan dari tindakan medis itu sendiri.

“Operasi itu merupakan pilihan andaikan terjadi, misalnya, tekanan di dalam otaknya tinggi, tumornya sudah mulai mengganggu, ukurannya sudah sangat besar, dan memang tujuan kita adalah untuk mencari tahu jenisnya apa,” ujar Made, dilansir dari Antara, Selasa (1/9).

Secara medis, tumor otak dibedakan menjadi dua kategori: tumor primer nan berasal dari jaringan otak itu sendiri, dan tumor sekunder alias metastasis nan berasal dari organ lain seperti paru-paru. Pada kasus tumor sekunder, operasi bisa dihindari jika sumber kanker primer sudah diketahui, ukuran tumor di otak tetap kecil, dan tidak menimbulkan gangguan klinis nan signifikan.

Sebagai pengganti pembedahan, tim master dapat mempertimbangkan modalitas pengobatan lain. Pilihan tersebut mencakup terapi radiasi, kemoterapi, hingga metode Stereotactic Radiosurgery (SRS), nan disesuaikan dengan profil kesehatan pasien.

Namun, Made memberikan catatan unik untuk tumor primer. Jika tumor hanya ditemukan di otak tanpa ada indikasi penyebaran dari organ lain, tindakan biopsi alias pengambilan massa tumor secara total tetap diperlukan untuk memastikan jenis sel tumor tersebut.

Penentuan jenis tumor sangat krusial lantaran bakal memengaruhi strategi terapi jangka panjang dan prognosis pasien. Oleh lantaran itu, Made menyarankan agar setiap temuan tumor otak didiskusikan secara mendalam oleh tim master lintas disiplin.

“Menurut saya jika memang ada tumor di dalam otak, kita kudu diskusi, kita kudu duduk berbareng untuk menentukan ini mau diapakan. Jadi tidak mesti kudu operasi,” pungkasnya. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia