Jakarta, CNN Indonesia --
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turut menangkap 1 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Langkat dan 5 pihak swasta mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Langkat Syah Afandin pada Kamis (2/7).
OTT dimaksud digelar di tiga letak ialah Langkat, Binjai dan Medan.
"Dalam peristiwa tertangkap tangan tersebut, tim penyelidik mengamankan sejumlah 7 orang. 1 orang merupakan penyelenggara negara, 1 orang merupakan ASN di Kabupaten Langkat, dan 5 orang lainnya merupakan pihak swasta," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih, Jakarta, Jumat (3/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari 7 orang nan diamankan tersebut, salah satunya adalah bupati Langkat," lanjut dia.
Budi menuturkan bupati Langkat bakal dibawa ke Jakarta pada siang hari ini.
"Pada siang ini, satu orang di antaranya ialah bupati Langkat dibawa ke Jakarta untuk kelak dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," imbuhnya.
Dalam operasi senyap tersebut, KPK turut menemukan peralatan bukti dugaan tindak pidana berupa duit senilai ratusan juta rupiah nan merupakan bagian dari fee proyek nan diberikan oleh pihak swasta kepada bupati.
"Perkara ini diduga mengenai dengan suap proyek-proyek di Dinas Pendidikan dan juga Dinas Perkim Kabupaten Langkat," ucap Budi.
"Dan tentunya kelak juga bakal didalami, ditelusuri apakah juga ada penerimaan-penerimaan lainnya alias gratifikasi nan dilakukan oleh bupati alias penyelenggara negara di wilayah Langkat," tandasnya.
(ryn/gil)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·