Selain BBM Subsidi, Bahlil Pastikan LPG 3 Kg Tak Naik sampai Akhir 2026

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Pertamina Patra Niaga memperluas pembelian LPG 3 kg secara digital. Tapi pembeli manual tetap dilayani. Foto: Pertamina Patra Niaga

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah memastikan nilai bahan bakar minyak (BBM) subsidi tak naik sampai akhir tahun. Selain BBM subsidi, nilai LPG subsidi alias bungkusan tabung 3 kg juga dipastikan tak naik sampai akhir tahun ini.

Menurut Bahlil, meski Indonesian Crude Price (ICP) mencapai USD 100 per barel, nilai kedua jenis daya itu dipastikan aman.

“Saya janji kepada Bapak Ibu semua ya, sampai 31 Desember, sekalipun nilai ICP USD 100, Insyaallah nilai BBM dan LPG subsidi tidak bakal naik. Ini baru aktivitas kerakyatan,” kata Bahlil dalam aktivitas Dialog Kedaulatan Pangan dan Energi Menuju pertumbuhan Ekonomi Nasional di IPB dikutip Minggu (3/5).

Meski demikian, menurut nya tetap ada pihak nan justru menginginkan nilai kedua jenis daya tersebut naik. Hal tersebut menjadi salah satu nan disorot oleh Bahlil.

“Tapi saya bagian elit, nilai tidak naik, disuruh kita naik. Ada apa maksudnya? Kamu pancing. Itu jika di bumi pengetahuan aktivis disebut adek, Anda boleh tulis, kakak sudah baca,” ujarnya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers penemuan gas raksasa oleh Eni di Kutai, Kalimantan Timur, di Gedung Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026). Foto: Kementerian ESDM

Terkait pasokan minyak mentah, Bahlil juga menjelaskan saat ini stok untuk satu tahun ke depan sudah aman. Hal ini lantaran terdapat pasokan tambahan dari Rusia.

“Terakhir kemarin kita di Rusia. Di Rusia kita sudah dapat. Satu tahun ini clear. Jadi untuk stok crude kita, satu tahun ke depan, Insyaallah sudah selesai,” kata Bahlil.

Adapun pasokan minyak dari Rusia tersebut merupakan upaya menjaga ketahanan pasokan daya nasional di tengah dinamika geopolitik global. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari realisasi komitmen impor minyak sebesar 150 juta barel dari Rusia nan bakal dilakukan secara berjenjang hingga akhir 2026.

Walau demikian Bahlil belum menjelaskan lebih rinci baik volume impor minyak mentah Rusia nan bakal segera masuk ke Indonesia tersebut maupun kilang nan nantinya bakal mengolah crude tersebut di dalam negeri.

Bahlil menegaskan pemerintah konsentrasi memastikan kesiapan beragam jenis BBM, mulai dari solar hingga bensin dengan beragam nomor oktan, di tengah kondisi dunia nan tetap bergejolak.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan