Anggie Ariesta
, Jurnalis-Jum'at, 28 Agustus 2026 |15:24 WIB

Menkeu Purbaya (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat respons nan sangat positif dari masyarakat. Hal tersebut tecermin dari tingginya jumlah permohonan dari beragam sekolah nan mengusulkan diri agar dapat menerima penyaluran program tersebut.
Merespons pertanyaan awak media mengenai perincian info 80 sekolah swasta elit nan dihentikan dari daftar penerima MBG, Purbaya mengaku belum menerima rincian info tersebut secara spesifik dari BGN. Namun, dia menggarisbawahi bahwa antusiasme sekolah nan meminta penyaluran MBG bergerak cukup masif.
"Gatau saya dia ga bilang sekolah elit. Tapi begini, saya tanya-tanya aja ada nggak sekolah nan minta? Pokoknya banyak nan minta. Dan itu cukup masif nan minta," ujar Purbaya.
Melihat besarnya animo dari lapangan, Purbaya menyarankan pihak BGN untuk menyampaikan info permintaan tersebut secara terbuka kepada masyarakat guna menunjukkan faedah nyata program MBG.
"Artinya, program MBG ini sebagian masyarakat menurut saya banget baik. Dari sekolah-sekolahnya nan tetap banyak minta itu. Saya bilang, jika itu Anda (Sudaryono) umumkanlah ke publik, berapa nan sekolah nan minta itu. Sehingga orang tahu bahwa memang sebagian masyarakat menyukai program ini. Kalau nggak bilang semuanya ya, sebagian besar," tegas Purbaya.
Sebelumnya, langkah penajaman sasaran anggaran nan tengah dieksekusi oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Kepala BGN Sudaryono mengonfirmasi bahwa pemerintah mulai mengecualikan sekolah-sekolah swasta terkemuka nan dinilai bisa secara finansial.
Dari hasil penyisiran di beragam daerah, BGN resmi mengeluarkan sekitar 80 sekolah swasta kategori elit dari daftar alokasi penerima support program MBG.
"Kita sudah sisir beberapa sekolah swasta nan memang swasta elit, nan saya kira tidak memerlukan MBG. Itu juga beberapa sudah ada 80-an sekolah se-Indonesia, nan kemudian sekolah swasta khususnya itu kita exclude untuk tidak mendapatkan MBG," kata Sudaryono, Jumat (28/8/2026).
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·