Kegiatan belajar mengajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang berjalan normal sehari setelah kejadian ledakan peledak rakitan nan dilakukan seorang pelajar berinisial R. Bom rakitan ini sengaja diledakkan diduga lantaran R sering dirundung oleh temannya.
Pantauan kumparan pada Rabu (15/7/2026), suasana sekolah negeri di bawah Kemenag tampak kondusif. Para siswa setara SMA ini mengikuti aktivitas belajar mengajar seperti biasa.
Saat jam istirahat, sejumlah siswa terlihat bermain di laman sekolah, sebagian berada di kantin, sementara lainnya berkumpul di depan gerbang sekolah.
Di ruang kelas tempat R belajar, proses pembelajaran juga kembali berlangsung. Namun, pada salah satu sisi jendela kelas, tetap tampak garis polisi nan dipasang petugas sebagai penanda letak pemeriksaan.
Kepala MAN 3 Padang, Marliza, mengatakan pihak sekolah tetap menjalankan aktivitas belajar mengajar sesuai jadwal.
Sebelum pembelajaran dimulai, sekolah menggelar senam berbareng dan memberikan edukasi mengenai pencegahan perundungan alias bullying kepada seluruh siswa.
"Hari ini aktivitas diawali dengan senam bersama, kemudian ada edukasi dari kepolisian tentang anti-bullying. Setelah itu pembelajaran melangkah normal seperti biasa," ujarnya.
Menurutnya, hingga saat ini belum ada laporan dari orang tua siswa nan menyampaikan kekhawatiran mengenai aktivitas belajar di sekolah pasca-kejadian tersebut.
"Alhamdulillah, orang tua tetap mempercayakan anak-anaknya datang ke sekolah. Kegiatan belajar juga melangkah seperti biasa," katanya.
Marliza menambahkan, pihak sekolah bakal meningkatkan pengawasan terhadap siswa sebagai corak pertimbangan setelah kejadian tersebut.
"Tentu pengawasan bakal lebih kami tingkatkan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali," ujarnya.
Meski demikian, pihak sekolah tetap menunggu hasil pemeriksaan kepolisian sebelum mengambil langkah lanjutan terhadap R.
"Kami tetap menunggu proses dari kepolisian. Setelah itu baru bakal kami menentukan langkah berikutnya sesuai ketentuan nan berlaku," tuturnya.
R, siswa kelas 12, meledakkan peledak rakitan lantaran terinspirasi pemboman di SMAN 72 Jakarta pada 7 November 2025. Pemboman nan melukai banyak siswa itu dilakukan pelajar di SMA tersebut akibat terpapar terorisme supremasi kulit putih di internet.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·