Satpol PP: TPS Liar di Cikeas Bogor yang Timbulkan Asap Tebal Akan Disegel

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Kasi Trantibum Kecamatan Gunung Putri Hamzah Perwiranegara saat meninjau letak pembakaran sampah di area Cikeas, Bogor, Kamis (16/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Satpol PP Kecamatan Gunung Putri memastikan tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Desa Cikeas Udik, Kabupaten Bogor, bakal disegel setelah proses pemadaman api dan asap selesai.

Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Kasi Trantibum) Satpol PP Kecamatan Gunung Putri, Hamzah Perwiranegara, mengatakan pihaknya berbareng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor telah mengambil langkah.

“Tapi setelah ada kejuaraan kemarin, kami langsung juga koordinasi dengan Dinas Teknis dengan Dinas DLH-nya dan alhamdulillah fast response hari ini langsung ditindaklanjuti oleh beliau dengan tindakan-tindakan tadi langsung oleh ke pengelolanya dan sudah membikin buletin aktivitas dan perjanjian agar tidak mengulanginya,” ujar Hamzah saat ditemui di lokasi, Kamis (16/7).

Hamzah mengatakan penyegelan belum bisa dilakukan lantaran bakal dilakukan pemadaman terlebih dahulu. Sebab, andaikan letak langsung disegel, aktivitas keluar masuk petugas untuk memadamkan api dan asap bakal terhambat.

“Dan untuk sementara mungkin tidak bisa disegel dulu lantaran kudu dipadamkan lantaran pada saat sudah disegel enggak bisa ada lagi nan keluar dan masuk. Jadi kita mau konsentrasi di pemadaman dulu lantaran kita takutnya berakibat luas ke penduduk sekitar,” ujar Hamzah.

“Takut ada ISPA kelak kita juga koordinasi dengan Dinkes agar wilayah sekitarnya juga dimonitor. Takutnya ada gejala-gejala nan tidak kita inginkan,” lanjutnya.

Setelah api sukses dipadamkan, kata Hamzah, DLH bakal langsung melakukan penyegelan terhadap letak tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa letak itu sebenarnya pernah disegel sebelumnya.

Upaya pemadaman nan dilakukan penduduk nan menumpuk sampah di area Cikeas, Bogor, Kamis (16/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

“Oh enggak, jadi setelah pemadaman insyaallah dari DLH-nya bakal melakukan langsung untuk penyegelan dan jika misalkan mengulangi lagi pada saat disegel, lantaran ini sebenarnya dulu sudah pernah disegel. Pernah gini lagi,” katanya.

Menurut Hamzah, andaikan setelah penyegelan aktivitas serupa kembali ditemukan, kasus tersebut bakal dibawa ke ranah hukum.

“Dan jika misalkan kelak setelah ada penyegelan, kejadian lagi seperti ini mau tidak mau tadi saya sudah koordinasi dengan Katim dari DLH-nya berfaedah bakal dibawa ke ranah hukum,” jelas dia.

Ia mengatakan proses pemadaman tetap terus diupayakan secepat mungkin. Namun, petugas kudu berhati-hati lantaran terdapat gas metana di bawah tumpukan sampah nan berpotensi menimbulkan ledakan.

“Kita upayakan secepatnya. Kalau bisa hari ini, hari ini. Cuma kelak kita lihat dulu upaya nan dilakukan Damkar apa, teknis nan dilakukan apa. Karena kita pun tidak bisa memantau terlalu dekat. Takutnya ada ledakan, lantaran kembali lagi memang ada di bawahnya gas metana nan aktif,” ungkap Hamzah.

“Nah, itu kita kudu hati-hati. Kita di sini semuanya awam. Nanti biar Damkar nan menyelesaikan, semoga bisa secepatnya padam, sehingga terjadi kondusivitas di sini,” tambahnya.

Hamzah juga menyoroti akibat pencemaran nan ditimbulkan kebakaran tersebut. Menurutnya, bukan hanya tanah nan tercemar, tetapi kualitas udara di sekitar letak juga terdampak akibat asap nan terus keluar.

“Karena kan pencemarannya tidak hanya tanahnya aja, rupanya udara juga nih sudah mulai ikut ini lantaran asapnya kan terus-terusan keluar nih,” ungkapnya.

Di sisi lain, Hamzah membujuk masyarakat memanfaatkan program pengelolaan sampah nan telah dijalankan Dinas Lingkungan Hidup agar kejadian serupa tidak terulang.

“Jadi upaya-upaya mitigasi juga telah dicanangkan ya. Saya juga berterima kasih sama dinas terkait, nih DLH, ada nan namanya KRL, Kampung Ramah Lingkungan. Ada pemilahan sampah nan seperti apa. Karena sudah terjadi perihal seperti ini, kami pun dari Kecamatan Gunung Putri, mari membujuk penduduk lagi untuk menggerakkan dan untuk mengikuti program-program dari Dinas Lingkungan Hidup nan memang sangat baik, gitu,” jelasnya.

Ia berambisi masyarakat semakin aktif menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah nan baik.

“Jadi, menjaga lingkungan dari segala aspek, dan menjaga hal-hal nan tidak diinginkan seperti ini. Kalau KRL-nya jalan, saya percaya semuanya pasti bakal kondusif, semuanya bakal baik-baik saja, gitu,” pungkas dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan