Jakarta -
Upaya pemulihan konektivitas pascabencana di Sumatera Barat mulai menunjukkan hasil. Setelah sekitar tujuh bulan menjalani proses rehabilitasi, akses utama nan menghubungkan Kota Padang dengan wilayah tengah Sumatera Barat ditargetkan kembali dibuka penuh untuk seluruh jenis kendaraan pada akhir Juli 2026.
Sebelumnya, sejumlah ruas jalan nasional di area Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, mengalami kerusakan akibat musibah hidrometeorologi nan melanda wilayah tersebut.
Selama masa rehabilitasi, pemerintah tetap menjaga mobilitas masyarakat dengan membuka jalur secara terbatas bagi jenis kendaraan tertentu. Kini, seiring progres pekerjaan nan telah melampaui 95 persen, pemulihan jalur memasuki tahap akhir sehingga konektivitas masyarakat dan pengedaran logistik diharapkan kembali normal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, Noor Arias Syamsu mengatakan seluruh pekerjaan bentuk terus dipercepat agar sasaran pembukaan penuh pada akhir Juli dapat tercapai.
"Saat ini progres pekerjaan pemulihan Jalan Nasional di area Lembah Anai telah mencapai lebih dari 95 persen. Kami optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada akhir Juli 2026 sehingga jalur ini dapat kembali dibuka untuk semua jenis kendaraan. Beberapa pekerjaan akhir nan tetap dilakukan antara lain penyelesaian drainase, penguatan lereng, serta penyempurnaan akomodasi keselamatan jalan," ujar Noor Arias dalam keterangannya, Kamis (9/7/2026).
Noor Arias menjelaskan pemulihan tidak hanya difokuskan pada perbaikan badan jalan, tetapi juga memperkuat beragam komponen pendukung. Hal ini bermaksud agar prasarana lebih kondusif dan mempunyai ketahanan nan lebih baik terhadap potensi musibah di masa mendatang.
Ia menilai penguatan lereng, perbaikan sistem drainase, serta penyempurnaan akomodasi keselamatan menjadi bagian krusial dalam memastikan jalur tersebut dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
"Kami tidak hanya memperbaiki badan jalan nan rusak, tetapi juga memperkuat prasarana penunjang agar jalur ini lebih kondusif dan mempunyai ketahanan nan lebih baik terhadap potensi musibah di masa mendatang," ucapnya.
Respons Positif Masyarakat
Rencana pembukaan penuh jalur Lembah Anai disambut positif masyarakat. Salah seorang pengguna jalan, Rizal mengatakan beroperasinya kembali jalur tersebut bakal memangkas waktu tempuh sekaligus menurunkan biaya pengedaran peralatan nan selama ini meningkat akibat pengalihan arus lampau lintas.
Senada, penduduk lainnya, Agustin mengatakan kelancaran akses melalui Lembah Anai bakal menjadi dorongan krusial bagi pemulihan aktivitas perdagangan, upaya kecil, hingga sektor pariwisata nan selama ini berjuntai pada jalur utama tersebut.
"Banyak pelaku usaha, pedagang, hingga sektor pariwisata nan berjuntai pada jalur ini. Dibukanya kembali jalan Lembah Anai untuk semua kendaraan bakal memberikan akibat besar terhadap perputaran ekonomi," pungkas Agustin.
Sebagai informasi, Jalur Padang-Bukittinggi melalui Lembah Anai merupakan bagian dari Jalan Nasional Lintas Barat Sumatera nan setiap hari melayani mobilitas ribuan kendaraan dan menjadi penghubung utama Kota Padang dengan Padang Panjang, Bukittinggi, Agam, Limapuluh Kota, hingga wilayah utara Sumatera Barat.
Ketika musibah hidrometeorologi menerjang area pada akhir 2025, sejumlah ruas jalan, jembatan, dan lereng rusak sehingga akses sempat terputus. Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Satgas PRR) pun melakukan rehabilitasi secara berjenjang sembari tetap menjaga akses masyarakat melalui pengaturan lampau lintas terbatas.
(akd/ega)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·