Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menarget Samota (Saleh-Moyo-Tambora) di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), bisa menjadi magnet investasi baru di Indonesia Timur. Kini, Samota memang masuk dalam pengusulan untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)
Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, Samota tidak hanya ditujukan untuk menjadi destinasi baru, melainkan juga kudu menjadi area investasi nan menarik utamanya untuk investasi jangka panjang.
"Usulan pengembangan KEK Samota kudu kita tempatkan dalam konteks nan lebih luas. Kawasan ini kudu bisa menjadi instrumen untuk mengoptimalkan kelebihan area sekaligus mendukung arah kebijakan investasi nasional nan memberikan perhatian pada sektor-sektor produktif, termasuk pariwisata, ekonomi biru, ekonomi hijau, industri kreatif, agro-maritim, serta penguatan konektivitas dan logistik," kata Todotua dalam keterangan tertulis, Minggu (26/7).
Samota perlu didukung kesiapan ekosistem investasi untuk menjadi KEK. Mulai dari kepastian lahan, infrastruktur, hingga keberadaan penanammodal nan siap merealisasikan investasinya.
Ia juga memandang Provinsi Nusa Tenggara Barat mempunyai posisi nan semakin strategis dalam peta investasi nasional. Hal itu tercermin dari realisasi investasi NTB periode 2021 hingga Triwulan II Tahun 2026 nan mencapai sekitar Rp 216,7 triliun. Sementara unik untuk sektor pariwisata, realisasi investasi kumulatif 2023 hingga semester I 2026 mencapai Rp 190 triliun.
Sebagai area investasi baru, Todotua juga menilai Kabupaten Sumbawa mempunyai modal nan kuat. Salah satunya mengenai lokasinya nan berada di sekitar Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II.
Dengan posisi tersebut, letak Sumbawa dinilai strategis sebagai simpul logistik dan pengedaran regional nan menghubungkan area Indonesia bagian barat dan timur.
"Pemberian status KEK bukanlah tujuan akhir. nan paling krusial adalah memastikan bahwa area tersebut layak secara ekonomi dan finansial, mempunyai kepastian lahan, mempunyai rencana upaya nan jelas, didukung prasarana nan memadai, serta mempunyai penanammodal nan siap merealisasikan investasinya," ujarnya.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·