Ilustrasi(magnifik)
MAIN tenis bukan hanya aktivitas untuk menjaga kebugaran, tetapi juga dikaitkan dengan umur nan lebih panjang.
Penelitian dalam Mayo Clinic Proceedings menemukan bahwa orang nan bermain tenis mempunyai perkiraan harapan hidup 9,7 tahun lebih panjang dibandingkan golongan nan menjalani gaya hidup sedentari.
Temuan tersebut berasal dari Copenhagen City Heart Study nan melibatkan 8.577 peserta. Mereka dipantau hingga 25 tahun untuk memandang kaitan beragam jenis olahraga dengan akibat kematian.
Hasilnya, tenis mencatat peningkatan angan hidup paling tinggi dibandingkan olahraga lain nan diteliti.
Tenis Jadi Olahraga dengan Angka Tertinggi
Dalam penelitian tersebut, para peneliti membandingkan sejumlah aktivitas olahraga. Setelah memperhitungkan beragam faktor, tenis dikaitkan dengan tambahan angan hidup 9,7 tahun, diikuti bulu tangkis 6,2 tahun, sepak bola 4,7 tahun, bersepeda 3,7 tahun, berenang 3,4 tahun, jogging 3,2 tahun, senam 3,1 tahun, serta aktivitas di pusat kebugaran 1,5 tahun.
Peneliti menduga salah satu argumen olahraga seperti tenis menunjukkan hasil nan menonjol adalah adanya hubungan sosial. Tenis umumnya dimainkan oleh dua orang alias lebih sehingga aktivitas bentuk sekaligus melibatkan hubungan sosial.
Namun, penelitian tersebut berkarakter observasional sehingga belum dapat membuktikan bahwa bermain tenis secara langsung menyebabkan seseorang hidup 9,7 tahun lebih lama.
Baik untuk Kesehatan Jantung
Tenis melibatkan aktivitas aktif seperti berlari, berhenti, mengubah arah, dan memukul bola nan dapat membantu meningkatkan kebugaran.
Menurut CDC, aktivitas bentuk rutin juga dapat menurunkan akibat penyakit jantung, stroke, dan glukosuria jenis 2, menjaga berat badan serta kesehatan tulang, sekaligus membantu menurunkan tekanan darah, mengurangi kecemasan, dan meningkatkan kualitas tidur.
Melatih Otak dan Kemampuan Berpikir
Bermain tenis tidak hanya melatih fisik, tetapi juga mengasah otak lantaran pemain kudu membaca arah bola, memperkirakan aktivitas lawan, menyusun strategi, dan mengambil keputusan dengan cepat.
Menurut CDC, aktivitas bentuk dapat membantu keahlian berpikir, belajar, memecahkan masalah, menjaga keseimbangan emosional, serta meningkatkan memori dan menurunkan akibat penurunan kegunaan kognitif dan demensia.
Membantu Kekuatan Tulang dan Koordinasi
Gerakan nan dilakukan selama bermain tenis membikin tubuh menggunakan banyak golongan otot sekaligus. Aktivitas bentuk secara rutin juga membantu meningkatkan kesehatan tulang serta keahlian menjaga keseimbangan dan koordinasi.
Menurut CDC, aktivitas bentuk secara rutin dapat membantu meningkatkan kesehatan tulang, menjaga berat badan, dan mengurangi akibat jatuh. Manfaat tersebut menjadi semakin krusial seiring bertambahnya usia.
Berapa Lama Harus Berolahraga?
CDC merekomendasikan orang dewasa melakukan setidaknya 150 menit aktivitas bentuk intensitas sedang alias 75 menit intensitas berat per minggu, nan dapat dibagi dalam beberapa sesi. Tidak perlu menjadi atlet ahli untuk mendapatkan faedah olahraga, lantaran aktivitas bentuk tetap lebih baik daripada tidak bergerak sama sekali.
Sementara itu, klaim tenis dapat memperpanjang umur hingga nyaris 10 tahun perlu dipahami sebagai perkiraan statistik 9,7 tahun dari penelitian observasional, bukan jaminan, meski temuan ini menunjukkan olahraga rutin dapat membantu menjaga kesehatan tubuh dan otak serta mendukung umur panjang.
Sumber: Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Mayo Clinic Proceedings, National Institutes of Health (NIH)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·