Anggie Ariesta
, Jurnalis-Sabtu, 17 Oktober 2026 |18:35 WIB

Rupiah Melemah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Tertekan Pengumuman MSCI (Foto: Okezone)
JAKARTA - Nilai tukar Rupiah kembali menembus ke atas level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan akhir pekan.
Pelemahan Rupiah dipicu meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar terhadap usulan Morgan Stanley Capital International (MSCI) nan berencana menurunkan status pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi standalone market.
Berdasarkan info Bloomberg pada Jumat (16/10/2026), Rupiah ditutup melemah Rp89 alias 0,50 persen ke posisi Rp18.027 per dolar AS.
Dalam kurun sepekan, Rupiah spot tercatat terkoreksi 0,71 persen dibandingkan posisi Rp17.899 per dolar AS pada Jumat (9/10/2026).
Pelemahan serupa tecermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia. Rupiah Jisdor turun Rp104 alias 0,58 persen secara harian menjadi Rp18.052 per dolar AS.
Secara mingguan, kurs Jisdor terkikis 0,94 persen dari level Rp17.884 per dolar AS pada pekan sebelumnya.
Analis mata duit dan komoditas, Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa proposal downgrade MSCI tersebut berasal dari sorotan terhadap tata kelola pasar modal serta dugaan transaksi terkoordinasi di bursa domestik.
“Meskipun beragam reformasi telah dilakukan, MSCI menyoroti lemahnya penegakan patokan dan disfungsi pasar,” ungkap Ibrahim dalam risetnya, Sabtu (17/10/2026).
Ibrahim menambahkan bahwa keputusan final MSCI mengenai pengelompokkan pasar Indonesia baru bakal ditetapkan pada 30 Juni 2027. Di saat bersamaan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmen untuk melanjutkan pembenahan integritas pasar modal guna menjaga daya tarik investasi nasional.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·