Rohman Wibowo
, Jurnalis-Rabu, 14 Oktober 2026 |07:47 WIB

Rupiah Hari Ini (Foto: Okezone)
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diproyeksikan bergerak melemah pada perdagangan hari ini. Hal ini akibat kepungan sentimen dunia dan tekanan biaya pengadaan daya domestik.
Pelaku pasar kurs asing condong mengambil posisi melindungi menjelang publikasi parameter inflasi utama AS serta pertimbangan berkala pasar modal dalam negeri.
"Untuk perdagangan hari ini, mata duit rupiah diproyeksikan naik turun namun berpotensi ditutup melemah di rentang Rp17.900 hingga Rp17.950 per dolar AS. Pelemahan ini dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap prospek kenaikan inflasi di Amerika Serikat serta beban devisa impor minyak nan kian membengkak," ujar Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Fokus pasar finansial internasional saat ini tertuju pada rilis info Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) AS nan masing-masing dijadwalkan meluncur pada hari Rabu dan Kamis.
Konsensus memproyeksikan CPI utama September melonjak 0,6 persen secara bulanan (month-on-month/MoM), naik dari realisasi Agustus sebesar 0,4 persen, sementara inflasi tahunan diperkirakan terkerek menuju 3,7 persen dari sebelumnya 3,4 persen.
Kekhawatiran pasar dunia kian menguat menyusul ekspektasi lonjakan nilai konsumen nan diprediksi mendorong bank sentral AS mempertahankan sikap moneter ketat. Agenda pertemuan lembaga finansial internasional di area Asia Tenggara pada akhir pekan ini pun dinilai bakal menjadi penentu arah pergerakan mata duit dunia.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·