RSCM: Bola Mata Andrie Yunus Ditutup Pakai Jaringan Salaput

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) kembali menyampaikan perkembangan kondisi terkini Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus (27) nan menjalani perawatan siraman air keras.

Hingga saat ini, berasas keterangan resmi RSCM, Andrie tetap berada dalam pemantauan tim medis multidisiplin nan terdiri dari master ahli bedah plastik, oftalmologi, psikiatri, serta tenaga kesehatan mengenai lainnya guna memastikan proses pemulihan melangkah optimal dan berkesinambungan.

"Secara umum, kondisi pasien saat ini dalam keadaan stabil dan menunjukkan perbaikan klinis nan bertahap. Luka bakar nan dialami pasien telah mengalami perbaikan nan signifikan, dengan sebagian besar area luka telah ditangani melalui tindakan tandur/cangkok kulit," ujar RSCM melalui keterangan nan dibagikan oleh Humas Sylvia, Rabu (8/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada tanggal 7 April 2026, Andrie kembali menjalani tindakan operasi untuk membersihkan sisa jaringan kulit meninggal di area leher belakang serta dilakukan cangkok kulit lanjutan guna mendukung proses pengobatan nan optimal.

Sementara mengenai kondisi mata, saat ini tetap dalam tahap penanganan lanjutan.

"Bola mata ditutup menggunakan jaringan selaput (tenon dan konjungtiva), serta dilakukan penjahitan sementara pada kelopak mata untuk melindungi struktur bola mata dan mempercepat proses penyembuhan," ucap Sylvia.

Hasil pemeriksaan ultrasonografi (USG) menunjukkan tembok bagian belakang bola mata tetap dalam kondisi utuh.

Rencana penutupan mata itu bakal dilakukan selama kurang lebih 4 hingga 6 bulan, dengan pertimbangan berkala menggunakan USG mata untuk memantau perkembangan secara menyeluruh.

Dari sisi psikologis, terang Sylvia, kondisi Andrie terpantau cukup stabil. Andrie dapat beradaptasi dengan baik, bersikap kooperatif menjalani perawatan, serta menunjukkan optimisme nan realistis terhadap proses pemulihan.

Hingga saat ini tidak ditemukan tanda-tanda gangguan psikologis nan serius.

Sylvia mengatakan tim medis berbareng tenaga ahli mengenai terus memberikan pendampingan psikologis secara rutin, baik kepada Andrie maupun keluarga, guna memastikan proses pemulihan melangkah secara komprehensif.

"RSCM menegaskan komitmennya untuk terus memberikan penanganan medis nan optimal, profesional, dan mengedepankan keselamatan pasien," kata Sylvia.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tim medis dalam menangani kasus ini," sambungnya.

Andrie Yunus disiram air keras sekitar tiga pekan lampau setelah mengisi siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) berjudul "Remiliterisasi & Judicial Review UU TNI".

Polisi sempat mengumumkan inisial dua tersangka, namun di waktu nan berbarengan TNI juga menyampaikan sudah menahan empat orang dari BAIS TNI selaku pelaku lapangan penyiraman air keras terhadap Andrie. Mereka adalah NDP, SL, BHW, dan ES.

Sementara itu, Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) nan terdiri dari sejumlah organisasi masyarakat sipil menyebut pelaku lapangan penyiraman air keras terhadap Andrie melibatkan sedikitnya 16 orang. TAUD menyebut ini sebagai operasi intelijen.

Tanpa dasar norma dan argumen nan jelas, polisi menyatakan melimpahkan penanganan perkara ke Pom TNI. Hal ini menuai kritik banyak pihak lantaran ada kekhawatiran itu bakal berujung pada impunitas prajurit militer.

Teranyar, per Selasa (7/4) kemarin, Puspom TNI telah melimpahkan berkas perkara, peralatan bukti, dan empat orang tersangka penyiraman air keras ke Oditur Militer II-07 Jakarta.

(fra/ryn/fra)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional