Roadmap Campur Bensin Pakai Etanol, BBM E20 Disiapkan 2028

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Feby Novalius , Jurnalis-Senin, 21 September 2026 |18:14 WIB

Roadmap Campur Bensin Pakai Etanol, BBM E20 Disiapkan 2028

Pengembangan E50 merupakan salah satu pengganti nan dibahas pemerintah untuk memperkuat ketahanan daya nasional. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA – Pemerintah menyiapkan peta jalan (roadmap) pengembangan bahan bakar minyak (BBM) campuran etanol hingga mencapai E50. Pengembangan E50 merupakan salah satu pengganti nan dibahas pemerintah untuk memperkuat ketahanan daya nasional di tengah kondisi geopolitik dunia nan tidak menentu.

"Di saat kondisi dunia nan tidak menentu, hari ini tidak bisa kita menggantungkan angan kita kepada negara lain, terutama energi," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai aktivitas Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 di Jakarta, Senin (21/9/2026).

Bahlil menjelaskan, E50 merupakan BBM dengan campuran etanol sebesar 50 persen. Etanol tersebut dapat diproduksi dari sejumlah komoditas dalam negeri, seperti tebu, singkong, dan jagung.

Menurutnya, pengembangan bahan bakar berbasis etanol juga berpotensi menciptakan lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah penghasil bahan baku.

Bahlil menyebut pemerintah menargetkan pengembangan E50 dilakukan secara bertahap. Salah satu skenario nan tengah disiapkan adalah penerapan E10 pada 2027, kemudian meningkat menjadi E20, dan secara berjenjang menuju E50.

"Contoh, 2027 kita bakal menerapkan E10. 2028 kita bakal bangun E20, sampai ke depan. Tetapi kita kudu menyesuaikan dengan industri kita," ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah tidak mau penerapan bensin campuran etanol justru membikin Indonesia berjuntai pada impor etanol. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) bakal menyusun roadmap pengembangan E50 dengan mempertimbangkan kesiapan industri dan kesiapan bahan baku domestik.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑