Kehamilan dan persalinan memang membawa banyak perubahan pada tubuh perempuan, termasuk pada otot dasar panggul nan berkedudukan krusial dalam menahan urine. Sehingga, tidak sedikit ibu nan mengalami urinary incontinence alias kondisi susah menahan buang air mini setelah melahirkan.
Dokter Spesialis Urologi Subspesialis Fungsional dan Neurologi Konsultan, dr. Fina Widia, Sp.U., Subsp. F.F.N(K), menjelaskan bahwa persalinan pervaginam merupakan salah satu aspek nan dapat meningkatkan akibat melemahnya otot dasar panggul. Meski demikian, ada beberapa langkah nan dapat dilakukan sejak masa kehamilan hingga setelah melahirkan untuk membantu menurunkan akibat tersebut.
1. Jaga Kenaikan Berat Badan Selama Kehamilan
Menurut dr. Fina, ibu mengandung sebaiknya mengikuti rekomendasi master kandungan mengenai kenaikan berat badan selama kehamilan. Penambahan berat badan nan berlebihan dapat meningkatkan tekanan pada otot dasar panggul sehingga berpotensi memperbesar akibat gangguan menahan urine.
2. Penuhi Kebutuhan Cairan dan Serat
Banyak orang mengira mengurangi minum dapat mencegah sering buang air kecil. Padahal, perihal tersebut justru tidak dianjurkan. Ibu tetap perlu memenuhi kebutuhan cairan setiap hari serta mengonsumsi makanan tinggi serat.
“Cukup makan-makan nan berserat sehingga menghindari konstipasi, menghindari peningkatan tekanan perut itu juga krusial untuk mencegah ngompol pada saat kehamilan alias setelah melahirkan,” ucap dr. Fina dalam aktivitas Peresmian Pelvic & Bladder Comprehensive Clinic Siloam Hospitals Asri, pada Selasa (30/6).
3. Rutin Melakukan Latihan Kegel
Salah satu langkah nan paling dianjurkan untuk menjaga kekuatan otot dasar panggul adalah melakukan latihan Kegel alias Pelvic Floor Muscle Training (PFMT).
Latihan ini bermaksud menguatkan otot dasar panggul sehingga lebih siap menopang organ-organ di area panggul selama kehamilan maupun saat proses persalinan. Selain itu, latihan Kegel juga berfaedah membantu mengurangi akibat terjadinya urinary incontinence setelah melahirkan.
Jika Sudah Mengalami Urinary Incontinence, Apa Terapinya?
Apabila ibu sudah mengalami keluhan susah menahan urine, penanganan tidak selalu kudu melalui operasi. Menurut dr. Fina, terapi umumnya dimulai dengan pendekatan non-operatif. Beberapa langkah nan dilakukan antara lain:
-Melakukan modifikasi style hidup.
-Mengatur jumlah dan jenis cairan nan dikonsumsi.
-Melatih kembali kandung kemih (bladder training), ialah membiasakan kandung kemih untuk tidak selalu dikosongkan setiap kali muncul sedikit rasa mau buang air kecil.
-Melakukan latihan Kegel alias Pelvic Floor Muscle Training (PFMT) secara rutin.
-Pada kondisi tertentu, master juga dapat memberikan stimulasi pada kandung kemih sesuai indikasi medis.
Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan sejak masa kehamilan dan segera berkonsultasi andaikan muncul keluhan, akibat urinary incontinence setelah melahirkan dapat dikurangi sehingga kualitas hidup ibu tetap terjaga.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·