
Kadin dan Kanada Sepakat Bentuk Pelaku UMKM (Foto: Okezone)
JAKARTA - Hubungan jual beli bilateral Indonesia-Kanada merambah ke sektor UMKM. Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memastikan arus investasi dan perdagangan di sektor tersebut bakal berjalan antar dua negara.
Keseriusan dua negara dalam perdagangan internasional diserukan dalam forum APEC Business Advisory Council (ABAC). Forum ini menjadi momen pembukaan perundingan para pemangku kepentingan dan pengusaha, sebelum akhirnya negosiasi bisa menemukan titik jumpa di forum APEC nan bakal berjalan di China pada November 2026.
"Saya dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney memperkuat perdagangan antara Indonesia dan Kanada. Dan terlihat, tanda-tanda semakin jelas. Dan hari ini, kami mempunyai tanda-tanda antara dua organisasi," kata Anin dalam forum ABAC di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Anin menitikberatkan jumlah UMKM nan tembus lebih dari 50 juta pelaku usaha, dan setengahnya didominasi wanita merupakan konsentrasi kerja sama sektor UMKM antar dua negara. Terkini, nan terpenting gimana memberikan akses pasar pada pelaku UMKM, terutama wanita untuk menyuplai produk terbaiknya.
"Jadi, satu, akses pasarnya sudah dibuka oleh pemerintah. nan kedua, juga memikirkan gimana dari sisi pembiayaannya, lantaran tidak ada upaya nan bisa maju tanpa pembiayaan, selain daripada akses pasar," kata Anin.
Seturut itu, Anin mengatakan training para pelaku UMKM juga krusial untuk mendukung kerja sama antar dua negara. Selain modal alias support keuangan, produk pelaku UMKM diminta untuk berkekuatan saing dan bisa memetakan kelebihan kompetitif dari setiap peralatan nan diproduksi.
Anin menekankan tren positif perdagangan dengan Amerika Serikat nan surplus hingga US$ 18,11 miliar bisa menjadi modal kepercayaan bagi kerja sama Indonesia-Kanada.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·