Presiden Prabowo Subianto bakal mencontoh India dalam upaya membenahi pemanfaatan aset BUMN nan tidak maksimal dengan melibatkan pihak swasta.
Prabowo mengatakan, pemerintah bakal mempercepat optimasi aset BUMN nan saat ini menguasai aset nan sangat besar. Sayangnya, dia mengakui aset itu tidak semuanya teroptimalisasi dengan baik.
“Sebagian bekerja dengan baik, sebagian belum menghasilkan faedah dibandingkan dengan nilainya,” ungkapnya saat Pidato Nota Keuangan RAPBN 2027, dikutip Sabtu (15/8).
Prabowo menekankan bahwa pemerintah sudah menutup 290 BUMN nan tidak produktif dan tidak memberi nilai tambah untuk negara. Upaya optimasi BUMN bakal diteruskan hingga jumlah BUMN nan produktif maksimal hanya 300 perusahaan, apalagi bisa lebih ramping.
“Selain itu aset berupa tanah, gedung, jaringan, area dan akomodasi nan tidak dikelola optimal oleh BUMN Tidak boleh dibiarkan tidur, sementara rakyat memerlukan pekerjaan dan perekonomian memerlukan investasi,” tuturnya.
Pemerintah, lanjut dia, bakal mempermudah kerja sama terhadap pemanfaatan aset-aset BUMN nan belum optimal. Prabowo bakal membujuk pihak swasta melalui proses nan terbuka, kompetitif dan akuntabel serta tetap menjaga kepemilikan strategis negara.
Prabowo memandang upaya pemerintah India nan telah membuka kemungkinan aset-aset nan tidak produktif jika dikerjakan oleh BUMN, maka bisa dikerjakan oleh pihak swasta.
“Kita kudu belajar dan berani belajar dari negara lain. India telah menjalankan apa nan mereka sebut National Monetization Pipeline, swasta diberi ruang mengoperasikan aset publik nan telah terbangun. Kepemilikan tetap berada pada negara, modal nan diperoleh diputar kembali untuk membangun prasarana baru,” ungkap Prabowo.
Dia pun mencontohkan pengelolaan airport oleh BUMN nan kurang maksimal, maka pemerintah bisa membuka kesempatan untuk swasta mengoperasikan airport tersebut, dengan catatan kepemilikan tetap oleh negara.
Selain itu, Prabowo juga memandang sudah ada integrasi antara perusahaan penerbangan, hotel, dan airport di Indonesia, ialah melalui Holding BUMN Pariwisata InJourney. Menurutnya, jika sektor ini dapat dioperasikan secara kolaboratif dengan swasta, maka bakal ada nilai tambah nan potensial bisa menambah pendapatan bagi negara.
“Kalau mereka bisa menjalankan dengan lebih efisien, lebih kreatif, lebih inovatif, menghasilkan manfaat, kenapa tidak?” Tegas Prabowo.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·