Indonesia menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya pasukan penjaga perdamaian Prancis dalam serangan terhadap misi UNIFIL pada Sabtu (18/4).
Pemerintah menegaskan serangan di tengah gencatan senjata 10 hari itu tidak dapat diterima dan berisiko memperburuk eskalasi konflik.
Melalui pernyataan resminya pada Minggu (19/4), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI juga menyampaikan simpati kepada Pemerintah dan rakyat Prancis atas kejadian nan menyebabkan korban tewas dan luka.
"Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa dan simpati nan mendalam kepada Pemerintah dan rakyat Prancis atas gugurnya peacekeepers Prancis dan beberapa lainnya mengalami luka-luka," tulis akun X @Kemlu_RI.
Indonesia menilai serangan tersebut melanggar komitmen gencatan senjata nan semestinya dijaga oleh semua pihak.
"Serangan nan terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata selama 10 hari merupakan perihal nan tidak dapat diterima," tegas pernyataan itu.
Pemerintah juga menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri serta menghormati kedaulatan negara dan norma internasional, termasuk norma humaniter.
Indonesia menekankan bahwa negosiasi nan sedang berjalan dan gencatan senjata kudu dihormati dan tidak dilanggar dengan tindakan kekerasan.
Selain itu, Kemlu mengaku terus mencermati serangan nan berulang terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di lapangan.
"Pasukan pemelihara keamanan tidak boleh menjadi sasaran serangan; tindakan tersebut dapat dianggap sebagai kejahatan perang," kata Kemlu.
Indonesia menyatakan solidaritas kepada Prancis dan negara kontributor pasukan lainnya.
"Indonesia menegaskan komitmen untuk memperkuat perlindungan personel PBB sebagaimana tercermin dalam Pernyataan Bersama tentang Keselamatan dan Keamanan Personel PBB pada 9 April 2026," tutup pernyataan tersebut.
Sebelumnya, UNIFIL mengkonfirmasi serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon, kembali terjadi dan menewaskan satu prajurit Prancis, serta tiga lainnya luka-luka.
Pasukan tersebut diserang saat membersihkan amunisi peledak di sepanjang jalan di Desa Ghandouriyeh. UNIFIL menyebut pasukan itu menjadi sasaran tembakan senjata ringan oleh tokoh non-negara.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·