Respons Mensos Soal Siswa SMK Samarinda Meninggal Sempat Ngeluh Sepatu Sempit

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul merespons soal siswa SMK di Samarinda nan meninggal setelah mengalami sakit di kaki. Gus Ipul menekankan pentingnya kecermatan info agar support sampai ke siswa nan membutuhkan.

"Jadi mereka nan tadi itu mungkin sepatu dan lain sebagainya nan belum terjangkau nan tidak terlihat oleh kita. Maka dengan data-data nan lebih jeli ini, kita bisa menjangkau mereka," kata Gus Ipul di gedung Kemensos, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Gus Ipul menegaskan Presiden Prabowo Subianto sejak awal meminta Kemensos mempertajam info anak dari family nan memerlukan support pemerintah. Kerja sama dengan pemda juga perlu dilakukan.

"Di sini inilah kata kuncinya adalah data. Dan kita perlu kerja sama dengan pemerintah daerah. Tidak mungkin Jakarta ini bisa menjangkau seluruh wilayah di Indonesia. Maka itu kita kerja sama dengan pemerintah daerah," tuturnya.

Gus Ipul juga menjelaskan soal program Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) nan ada di desa-desa. Puskesos diharapkan bisa menampung keluhan masyarakat.

"Pusat Kesejahteraan Sosial. nan ini diharapkan menjadi tempat untuk menampung seluru keluhan, seluruh aspirasi, dan mungkin kebutuhan-kebutuhan family dari desa tersebut. Kalau bisa kita tampung, kita jangkau, dan kita mendapatkan info kita tentu bisa melakukan bisa memberikan bantuan," ungkapnya.

Adapun siswa SMK itu berjulukan Mandala Rizky Syaputra. Kabar duka tersebut viral di media sosial lantaran Mandala sebelumnya mengeluh memakai sepatu kekecilan.

Pihak sekolah menyebut Mandala sudah mendapat perhatian dari wali kelas sejak kelas X. Kata pihak sekolah, support diberikan kepada Mandala berupa seragam jurusan, perlengkapan sekolah, sembako, hingga duit sewa kontrakan.

"Sejak kelas X (sepuluh), Mandala sudah mendapat perhatian dari wali kelas saat itu. Bantuan berupa seragam bidang dan perlengkapan sekolah sudah diberikan, Selain itu support sembako sering juga diberikan, apalagi jika ada hambatan dengan duit sewa kontrakan pun dimintai bantuan," tulis SMK 4 Samarinda melalui akun Instagramnya seperti dikutip pada Selasa (5/5).

Pada 1 April lalu, Mandala tetap datang mengikuti pelajaran tapi dengan wajah nan tampak pucat. Guru PKN saat itu, kata pihak sekolah, menyarankan Mandala beristirahat di rumah.

Sejak saat itu, Mandala tidak pernah datang lagi mengikuti pelajaran. Sang ibu, kata pihak sekolah, lampau datang ke sekolah meminta support duit Rp 1.100.000 untuk biaya pengobatan Mandala.

Lalu, pada 20 April, pihak sekolah menerima pesan berisi gambar kaki dari Mandala nan membengkak melalui WhatsApp. Keesokan harinya, sekolah mendapat berita bengkak di kaki Mandala mulai kempis.

Pihak sekolah, wali kelas, berbareng teman-teman bakal memberikan sepatu baru untuk Mandala. Namun, pada 24 April, sekolah mendapat berita duka Mandala telah berpulang.

"Jumat, 24 April 2026, sebelum semua rencana support itu terlaksana, berita duka datang. Jumat awal hari kakak Mandala mengabarkan melalui WhatApps kepada Wali Kelas dan Waka Kesiswaan bahwa Mandala telah meninggal dunia. Kakaknya juga memberitahukan bahwa tidak ada biaya untuk pemulasaraan jenazah," tulisnya. (ial/idn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News