Respons Jokowi Soal amp;lsquo;Operasi Politikamp;rsquo; Isu Ijazah Gibran, PDIP: Belajar dari yang Ngomong

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Jum'at, 16 Oktober 2026 |17:38 WIB

 Belajar dari nan Ngomong

Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira.

JAKARTA — PDI Perjuangan merespons keras pernyataan Joko Widodo (Jokowi) nan menduga adanya "operasi politik" untuk merusak reputasi family Presiden ke-7 RI itu mengenai dengan munculnya kembali rumor piagam sang anak, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ketua DPP PDI Perjuangan, Andreas Hugo Pareira menilai dugaan operasi politik semacam itu hanya mungkin digerakkan oleh pihak nan memegang kekuasaan.

Pareira menduga bahwa pihak nan melakukan pergerakan tersebut kemungkinan belajar dari style politik Jokowi sendiri.

"Kalau operasi seperti ini hanya mungkin dilakukan oleh orang nan berkuasa. Terus mau tuduh siapa? Mungkin nan melakukan operasi ini belajar dari nan sekarang omong," ujar Andreas saat dihubungi, Jumat (16/10/2026).

Sementara itu, politisi PDI Perjuangan lainnya, Mohamad Guntur Romli, menilai bahwa operasi politik sejatinya justru dilakukan oleh Jokowi sendiri demi melanggengkan kekuasaan. Ia mencontohkan sejumlah proses nan meloloskan Gibran ke panggung kepemimpinan nasional, mulai dari Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 90/2023 hingga publikasi Surat Keterangan (Suket) Penyetaraan Ijazah.

"Justru sebaliknya, lolosnya Gibran itu lantaran operasi politik. Operasi politik melalui Putusan MK 90/2023, operasi politik Suket nan tidak ada dasar ijazahnya bisa keluar sehari, serta operasi politik PKPU Nomor 19/2023 Pasal 18 ayat 3," kata Guntur saat dihubungi, Jumat (16/10/2026).

Menurut Guntur, rentetan kejanggalan tersebut merupakan corak manipulasi kekuasaan nan terjadi pada masa pemerintahan Jokowi.

"Operasi politik memanipulasi kekuasaan terutama oleh presiden nan berkuasa saat itu, Jokowi bapaknya Gibran dan Anwar Usman adik ipar Jokowi sekaligus om Gibran," pungkas Guntur.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com
↑