Resep nastar tanpa butter yang tetap lembut dan lumer di mulut, cocok untuk Lebaran

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Resep nastar tanpa butter nan tetap lembut dan lumer di mulut, cocok untuk Lebaran

resep nastar tanpa butter | foto ilustrasi: Gemini AI

Nastar nyaris tidak pernah tidakhadir dari meja tamu saat Lebaran. Kue bulat berisi selai nanas ini punya daya tarik tersendiri, teksturnya lembut, rasanya manis legit, dan lumer begitu masuk mulut. Butter biasanya jadi kunci di kembali cita rasa dan aroma khasnya. Tapi tidak sedikit nan mencari resep nastar tanpa butter, entah lantaran stoknya lenyap menjelang hari raya, harganya nan lumayan, alias sekadar mau mencoba pendekatan nan lebih simpel.

Kabar baiknya, nastar tanpa butter tetap bisa menghasilkan kue nan lembut, wangi, dan layak disajikan untuk tamu. Kuncinya ada pada pemilihan bahan pengganti nan tepat dan teknik pembuatan nan tidak boleh diabaikan.

Mengapa Nastar Tanpa Butter Tetap Bisa Lumer?

Butter memberikan lemak dan aroma unik pada kue kering. Tapi lemak dari margarin berbobot bisa mengambil alih peran itu dengan cukup baik. Margarin seperti Blue Band Cake & Cookie alias Royal Palmia mempunyai kadar air nan sedikit lebih tinggi dibanding butter, dan justru itulah nan berkontribusi pada kelembutan nastar. Selama teknik pengadukan dan suhu panggang dijaga, hasilnya tidak bakal jauh berbeda.

Bahan-Bahan Nastar Tanpa Butter

Adonan

- 200–250 gram margarin (Blue Band Cake & Cookie alias Royal Palmia)
- 50–80 gram gula halus
- 1–2 butir kuning telur
- 270–350 gram tepung terigu protein rendah
- 20–50 gram tepung maizena
- 20–25 gram susu bubuk
- Vanili serbuk alias cair secukupnya
- Sejumput garam
- (Opsional) 50 gram keju parut

Isian

- 300 gram selai nanas, sudah dibulatkan

Olesan

- 2 butir kuning telur
- 1–2 sdm minyak goreng
- 1 sdm susu kental manis putih
- Beberapa tetes pewarna kuning (opsional)
- 1 sdt madu untuk kilap ekstra (opsional)

Cara Membuat Nastar Tanpa Butter Langkah demi Langkah

Langkah 1 — Kocok Margarin dan Gula

Kocok margarin berbareng gula lembut menggunakan mixer kecepatan rendah, alias kombinasi manual sampai campuran terasa lembut dan ringan. Masukkan kuning telur dan vanili, kombinasi perlahan hingga semuanya menyatu rata.

Langkah 2 — Masukkan Bahan Kering

Ayak tepung terigu, tepung maizena, dan susu serbuk jadi satu. Masukkan ke dalam adukan sedikit demi sedikit sembari diaduk menggunakan spatula alias tangan hingga adukan bisa dipulung dan tidak lengket di tangan.

Langkah 3 — Bentuk dan Isi Nastar

Ambil sekitar 8–10 gram adonan, pipihkan di telapak tangan, letakkan satu bulatan selai nanas di tengah, lampau tutup dan bulatkan kembali hingga rapi dan tidak ada retakan.

Langkah 4 — Susun di Loyang

Tata nastar di atas loyang nan sudah dialasi baking paper alias diolesi margarin tipis. Beri jarak antar kue agar tidak saling menempel saat mengembang.

Langkah 5 — Panggang Pertama

Panaskan oven sebelum digunakan. Panggang nastar pada suhu 150°C selama 15–20 menit hingga separuh matang alias bagian bawah mulai sedikit menguning.

Langkah 6 — Oles dan Panggang Kedua

Campur semua bahan olesan dan kombinasi rata. Keluarkan nastar dari oven, biarkan sedikit dingin, lampau oleskan tipis di seluruh permukaan kue. Panggang kembali selama 10–15 menit hingga warnanya kuning keemasan. Untuk tampilan lebih mengilap, bisa dioles dua kali setelah lapisan pertama mengering.

Langkah 7 — Dinginkan Sebelum Disimpan

Biarkan nastar betul-betul dingin di suhu ruang sebelum dimasukkan ke stoples rapat udara. Langkah ini krusial agar kue tetap renyah dan tidak sigap melempem.

Pilihan Lain Pengganti Butter nan Bisa Dicoba

Selain margarin, ada beberapa bahan lain nan bisa digunakan sebagai pengganti butter dalam kue kering.

Minyak netral seperti minyak sayur, safflower, alias canola bisa dipakai dalam jumlah nan setara. Perlu diingat bahwa minyak cair dapat sedikit mengubah tekstur adukan — kue mungkin terasa lebih padat alias kurang bertekstur pada jenis kue tertentu. Untuk nastar, minyak bisa membantu menjaga kelembapan adonan, tapi perlu satu-dua kali percobaan untuk mendapat konsistensi nan pas.

Selai kacang, baik peanut butter, almond butter, maupun selai kacang mete, juga bisa menjadi pilihan menarik. Kandungan lemak alami di dalamnya membantu menjaga kelembapan adukan sekaligus menghadirkan cita rasa nan sedikit berbeda dan unik pada kue kering.

5 Tips agar Nastar Tanpa Butter Tetap Lembut dan Lumer

1. Pilih Margarin nan Kualitasnya Tidak Tanggung-tanggung

Tidak semua margarin menghasilkan kue nan sama. Margarin unik kue seperti Blue Band Cake & Cookie alias Royal Palmia punya tekstur dan kadar lemak nan lebih dekat ke roombutter, sehingga nastar tetap bisa lumer meski tanpa butter asli.

2. Jangan Uleni Adonan Terlalu Lama

Cukup kombinasi hingga semua bahan tercampur dan adukan bisa dibentuk. Menguleni terlalu lama mengaktifkan gluten dalam tepung, nan justru membikin nastar jadi keras dan tidak lembut.

3. Pilih Tepung Terigu Protein Rendah

Tepung terigu protein rendah seperti Kunci Biru adalah pilihan nan tepat untuk kue kering. Kandungan proteinnya nan rendah menghasilkan tekstur nan renyah di luar namun tetap lembut di dalam.

4. Pastikan Selai Nanas Benar-benar Kering dan Padat

Selai nan terlalu lembek alias berair bakal membikin nastar melebar dan mudah retak saat dipanggang. Masak selai hingga betul-betul kering dan padat sebelum dibulat-bulatkan sebagai isian.

5. Jaga Suhu Oven Tetap Stabil di 150°C

Suhu nan terlalu tinggi membikin bagian luar sigap gosong sementara bagian dalam belum matang. Panggang dengan suhu sedang sekitar 150°C agar nastar matang merata dan warnanya elok kuning keemasan.

Cara Menyimpan Nastar agar Tahan Lama dan Tidak Melempem

Nastar nan sudah dipanggang dan betul-betul dingin bisa memperkuat hingga 2–3 minggu jika disimpan dengan benar. Gunakan stoples kaca alias plastik nan rapat udara dan pastikan tidak ada uap panas nan ikut masuk saat menutupnya.

Hindari menyimpan nastar di dekat kompor alias tempat nan lembap lantaran kelembapan udara bisa membikin kue lebih sigap melempem. Jika mau nastar memperkuat lebih lama, bisa ditambahkan silica gel food-grade di dalam stoples.

Variasi Isian Nastar nan Bisa Dicoba Selain Selai Nanas

Nastar identik dengan selai nanas, tapi tidak ada salahnya bereksperimen dengan isian lain untuk ragam nan lebih menarik. Selai stroberi alias blueberry bisa jadi pilihan untuk rasa nan lebih segar. Cokelat ganache alias pasta kacang memberikan cita rasa nan lebih kaya. Untuk nan mau ragam gurih-manis, campuran keju parut dan sedikit selai buah juga bisa jadi kombinasi nan mengejutkan tapi enak. nan perlu diperhatikan, semua jenis isian kudu mempunyai tekstur nan cukup padat, isian nan terlalu lembek bakal membikin adukan susah dibentuk dan mudah retak saat dipanggang.

FAQ Nastar Tanpa Butter

1. Apakah nastar tanpa butter rasanya berbeda jauh dengan jenis nan pakai butter?

Ada sedikit perbedaan pada aroma, lantaran butter punya wangi unik nan tidak sepenuhnya bisa ditiru margarin. Tapi dari sisi tekstur — lembut dan lumer — perbedaannya tidak terlalu signifikan jika menggunakan margarin berbobot dan teknik nan tepat.

2. Berapa lama nastar tanpa butter bisa bertahan?

Jika disimpan dalam stoples rapat udara di suhu ruang, nastar bisa memperkuat sekitar 2–3 minggu. Pastikan nastar sudah betul-betul dingin sebelum disimpan agar tidak ada kondensasi di dalam stoples.

3. Boleh tidak menggunakan minyak goreng biasa sebagai pengganti margarin?

Boleh, tapi tekstur adukan bakal berbeda — lebih lembek dan susah dibentuk. Jika tetap mau menggunakan minyak, kurangi sedikit takarannya dan tambahkan sedikit tepung untuk menyeimbangkan konsistensi adonan.

4. Kenapa nastar saya retak setelah dipanggang?

Retak biasanya disebabkan oleh salah satu dari tiga hal: selai isian terlalu basah, adukan terlalu kering saat dibentuk, alias suhu oven terlalu tinggi. Pastikan selai nanas betul-betul padat, adukan cukup lembap saat dipulung, dan suhu oven tidak melampaui 150°C.

5. Apakah bisa membikin nastar tanpa oven, misalnya dengan air fryer alias oven tangkring?

Bisa. Untuk air fryer, panggang di suhu sekitar 140–150°C selama 12–15 menit lantaran sirkulasi udara di air fryer lebih kuat. Untuk oven tangkring, gunakan api bawah saja di awal dan nyalakan api atas hanya saat proses olesan akhir agar permukaan berwarna merata.

(brl/tin)

Selengkapnya
Sumber Briliofood.net
Briliofood.net