Rencana FIFA Lepas Saham Piala Dunia Gagal, UEFA hingga AFC Kompak Menolak

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan keterangan kepada wartawan saat sehari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Rabu (10/6/2026). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

Rencana FIFA untuk melepas sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia kepada penanammodal eksternal resmi dibatalkan setelah mendapat penolakan keras dari sejumlah konfederasi sepak bola dunia, termasuk UEFA, Concacaf, dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Dikutip dari Bloomberg pada Sabtu (1/8), Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan keputusan diambil setelah usulan tersebut justru memicu perpecahan di kalangan pemangku kepentingan sepak bola internasional.

"Setelah mendengarkan dengan seksama seluruh pandangan, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menimbulkan perpecahan yang, terlepas dari seberapa besar dukungannya, tidak lagi sejalan dengan tujuan nan mau dicapai sejak awal," kata Infantino dalam pernyataannya, Jumat (31/7).

Sebelumnya, FIFA berencana membentuk entitas komersial baru nan bakal mengelola kewenangan media dan kewenangan komersial, termasuk Piala Dunia. Lewat skema itu, FIFA mau menarik biaya investasi eksternal hingga USD 4,2 miliar berasas valuasi entitas sekitar USD 20 miliar.

Sejumlah fans sepak bola menyaksikan tayangan langsung pertandingan babak semifinal Piala Dunia FIFA 2026 antara Prancis dan Spanyol, nan dimenangkan oleh Spanyol dengan skor 2-0, dalam aktivitas nonton bareng di Ternate, Maluku Utara, Rabu (15/7). Foto: Azzam Risqullah/AFP

Namun, rencana itu memicu penolakan luas. UEFA apalagi disebut menakut-nakuti bakal memboikot Piala Dunia andaikan FIFA tetap melanjutkan proyek tersebut.

UEFA, Concacaf, dan AFC menilai proposal disusun tanpa konsultasi nan memadai. Mereka cemas masuknya modal swasta bakal mengubah tata kelola FIFA, prioritas organisasi, hingga sistem pengedaran pendapatan kepada asosiasi anggota.

Penolakan juga datang dari sejumlah klub elite Eropa, seperti Real Madrid, Juventus, Bayern Munich, dan Borussia Dortmund. Mereka menilai skema monetisasi berpotensi mempengaruhi turnamen FIFA lainnya, termasuk Piala Dunia Antarklub.

Bahkan, sejumlah pelaksana internal FIFA dikabarkan ikut menyuarakan keberatan. Salah seorang pejabat organisasi itu menyebut staf FIFA telah ‘disesatkan’ mengenai proposal dan menyerukan agar rencana ditolak.

Sejumlah pendukung Tim Nasional Argentina berkumpul sehari menjelang pertandingan babak final Piala Dunia 2026 di area Times Square, New York, Amerika Serikat, Sabtu (18/7/2026). Foto: Aditya Pradana Putra/ANTARA FOTO

FIFA sebelumnya menegaskan pembentukan entitas baru bukan berfaedah menjual organisasi alias Piala Dunia kepada investor. Menurut FIFA, kendaraan investasi ini dirancang untuk meningkatkan nilai kewenangan media dan komersial, sekaligus memperbesar pendanaan bagi program pengembangan sepak bola serta pengedaran biaya kepada asosiasi anggota.

Infantino juga sempat menjanjikan tambahan pendanaan sebesar USD 12 juta untuk setiap asosiasi personil selama siklus pesta sepak bola empat tahunan itu, sehingga total biaya nan diterima mencapai USD 20 juta.

Selain itu, asosiasi juga bisa mengusulkan tambahan pembiayaan hingga USD 20 juta untuk proyek jangka panjang seperti pembangunan stadion dan pusat pelatihan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan