Rano Optimistis Pembiayaan Bank Jakarta Perkuat Usaha Pedagang Pasar

Sedang Trending 4 jam yang lalu
Rano Optimistis Pembiayaan Bank Jakarta Perkuat Usaha Pedagang Pasar Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno (tengah).(MI/M Farhan Zhuhri)

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Rano Karno optimistis akses pembiayaan Bank Jakarta dapat memperkuat upaya pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Dukungan modal dinilai krusial untuk menjaga keberlangsungan sekaligus mendorong pengembangan usaha.

Hal itu disampaikan Rano saat menghadiri penandatanganan janji angsuran massal Bank Jakarta bagi 100 pedagang Pasar Induk Kramat Jati, Selasa (1/9). Pembiayaan diberikan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Non-KUR dengan plafon hingga Rp500 juta.

“Hari ini kita memperluas akses pembiayaan bagi pedagang pasar induk di Kramat Jati. Ini krusial sekali, lantaran pedagang memerlukan kepastian modal kerja untuk menjaga keberlangsungan usaha,” ujar Rano.

Rano mengatakan support permodalan dapat meningkatkan kapabilitas pedagang sehingga upaya mereka berkembang dan kesejahteraan ikut meningkat. Ia pun mengapresiasi kerjasama Bank Jakarta dan Perumda Pasar Jaya dalam memperkuat UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Dari lebih 5.000 pelaku upaya di Pasar Induk Kramat Jati, Bank Jakarta sejauh ini telah menyalurkan pembiayaan kepada 167 pedagang dengan total sekitar Rp48 miliar. Rano berambisi program tersebut semakin banyak dimanfaatkan pedagang.

Namun, Rano mengingatkan pembiayaan kudu dibarengi literasi keuangan. Pedagang perlu mempunyai manajemen finansial nan sehat agar modal nan diperoleh betul-betul bisa mendorong pertumbuhan usaha.

“Pasti bakal ada perbincangan antara pihak bank dengan pedagang untuk saling membantu manajemen agar upaya lebih berkembang. Mudah-mudahan program ini bisa kita kembangkan di pasar-pasar nan lain,” kata Rano.

Direktur Utama Bank Jakarta Agus H Widodo mengatakan pembiayaan tersebut merupakan upaya memperluas akses permodalan bagi pelaku upaya mikro agar dapat berkembang dan naik kelas.

Melalui KUR, pedagang dapat memperoleh pinjaman hingga Rp100 juta tanpa jaminan. Sementara melalui Non-KUR, pedagang dapat menggunakan lapak sebagai agunan dengan plafon hingga Rp500 juta dan kembang sekitar 10% per tahun.

“Keberhasilan nan sesungguhnya adalah ketika pembiayaan membikin upaya pedagang berkembang, omzet bertambah, lapangan kerja tercipta dan semakin banyak UMKM Jakarta naik kelas,” ujar Agus. (Far/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia