(DOK NASDEM)
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi NasDem, Randi Zulmariadi menyampaikan dukungannya kepada Ustaz Abdul Somad di tengah dinamika penolakan ceramahnya. Menurutnya, perbedaan pandangan dalam kehidupan kerakyatan merupakan perihal nan wajar, namun kudu disikapi secara dewasa dengan tetap mengedepankan persatuan bangsa.
Randi menegaskan, ulama mempunyai peran krusial dalam menjaga keselarasan sosial, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta menciptakan kerukunan di tengah masyarakat nan majemuk. Ia menilai dakwah nan menyejukkan dan mengedepankan persatuan sangat dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini.
“Ulama mempunyai posisi strategis dalam menjaga moral masyarakat sekaligus memperkuat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kita kudu menghormati para tokoh kepercayaan nan selama ini berkontribusi dalam menjaga harmoni bangsa,” ujar Randi dalam keterangannya kepada media nasional, Kamis (21/5/2026).
Ketua DPD NasDem Kota Batam itu juga menilai Ustaz Abdul Somad merupakan sosok ustadz nan tidak hanya dikenal luas lantaran keilmuan hadisnya, tetapi juga mempunyai style dakwah nan humoris, ringan, dan mudah diterima beragam kalangan masyarakat. Menurutnya, penyampaian pidato nan sederhana namun penuh substansi membikin pesan-pesan keagamaan nan disampaikan UAS bisa menjangkau generasi muda hingga masyarakat umum dengan baik.
“Beliau dikenal sebagai ustadz nan mempunyai kapabilitas keilmuan nan kuat, khususnya di bagian hadis. Namun di sisi lain, style penyampaian ceramahnya juga santai, humoris, dan mudah dipahami masyarakat. Ini nan membikin dakwah beliau diterima luas oleh beragam kalangan,” kata Randi.
Ia juga membujuk seluruh komponen masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan pandangan nan berpotensi memecah belah bangsa. Menurutnya, Indonesia saat ini memerlukan soliditas nasional di tengah situasi geopolitik dunia nan penuh tantangan dan ketidakpastian.
“Bangsa Indonesia jangan sampai terpecah belah oleh dinamika nan justru melemahkan persaudaraan sesama anak bangsa. Di tengah kondisi geopolitik bumi nan terus berubah, kita kudu memperkuat persatuan nasional dan menjaga stabilitas sosial,” katanya.
Randi menambahkan, semangat saling menghormati antar golongan masyarakat kudu terus dijaga agar ruang kerakyatan tetap sehat dan kondusif. Ia berambisi seluruh pihak dapat mengedepankan dialog, toleransi, serta nilai-nilai kebangsaan dalam menyikapi setiap perbedaan.
Menurutnya, menjaga kerukunan merupakan tanggung jawab berbareng seluruh komponen bangsa, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pemerintah. Karena itu, dia membujuk masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan dan memperkuat semangat gotong royong demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (RO/H-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·