Minggu malam (3/5) di Bengkel Space SCBD, atmosfer panggung OTW (On The Way) berubah menjadi ruang nostalgia nan segar. RAN tampil dengan misi hidupkan kembali repertoar milik J-Rocks dalam bebatan warna musik mereka sendiri.
Penampilan Rayi, Asta dan Nino jadi sebuah pagelaran nan diracik dengan presisi aransemen nan tinggi, dan persiapan nan matang. Membuka set lewat Meraih Mimpi, Nino menyapa penonton dengan hangat.
"Kita enggak sangka rupanya kita bisa bawain full setlist J-Rocks kayak gini. So, thanks buat Pestapora, BOSS Creator, dan semua nan udah dukung aktivitas ini," kata Nino di sela-sela keriuhan penonton.
Kejutan datang saat lagu Ceria mulai dimainkan. Asta mengawali lagu dengan petikan gitar bernuansa reggae, mengubah aransemen original menjadi sesuatu nan spektakuler, segar, dan sangat modis. Suasana Bengkel Space seketika memuncak; penonton melompat serentak, mengikuti irama nan memang seceria titel lagunya.
Meski tampil penuh percaya diri, Nino mengaku ada beban tersendiri di kembali panggung. "Membawakan lagu pujaan sendiri emang tekanan sendiri, ya," tuturnya.
Eksplorasi RAN terus mengalir lewat Cobalah Mengerti dan lagu klasik Madu & Racun. Sebelum membawakan nomor legendaris tersebut, Nino sempat melontarkan gurauan.
"Kami bawakan lagu ini lagi ya di sini. Sebelum ada 'Garam & Madu', Indonesia udah pernah punya 'Madu & Racun'," ucap Nino disambut tepuk tangan penonton.
Keseriusan RAN dalam menyiapkan pagelaran ini terpancar kuat lewat Falling In Love. Aransemennya terasa rapi, ceria, sekaligus dinamis. Setiap hentakan drum dan pengharmonisan vokal menggambarkan bahwa RAN telah menyiapkan segalanya dengan sangat matang.
Penampilan RAN Dimeriahkan Kehadiran Natasha Udu dan Dicky Difie
Kemeriahan semakin menjadi saat Natasha Udu, vokalis Lomba Sihir, naik ke atas panggung untuk lagu Kau Curi Lagi. Kehadiran Natasha memberikan warna vokal wanita nan ikonik, melengkapi pengharmonisan Rayi dan Nino dengan apik.
Sebagai pamungkas, RAN memilih lagu nan sekarang tengah kembali ramai diperbincangkan, Lepaskan Diriku. Namun, kejutan belum berakhir.
Di tengah lagu, sosok komedian Dicky Difie muncul dan mengambil alih perhatian. Bukan melucu, Dicky memamerkan kemahirannya memetik melodi gitar nan berdistorsi gahar.
Penampilan spektakuler RAN malam ini ditutup dengan daya nan meluap, meninggalkan kesan sebuah lagu lama bisa terdengar begitu relevan dan bagus di tangan nan tepat.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·