Rahasia Loki, Galaksi Kerdil Purba yang Ditelan oleh Bimasakti

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Rahasia Loki, Galaksi Kerdil Purba nan Ditelan oleh Bimasakti Ilustrasi(NASA)

GALAKSI Bimasakti nan kita tinggali saat ini tidak tercipta secara instan. Miliaran tahun lalu, rumah galaksi kita terbentuk secara berjenjang dengan langkah menelan galaksi-galaksi kerdil di sekitarnya. Menariknya, sisa-sisa bintang dari galaksi kerdil tersebut tetap menyisakan jejak nan sekarang sukses diidentifikasi para ilmuwan.

Tim astronom melaporkan telah menemukan sampel berisi 20 bintang nan mempunyai karakter serupa. Karena kemiripan fitur tersebut, golongan bintang ini diduga kuat tumbuh berbareng di sebuah galaksi kerdil purba nan diberi nama "Loki".

"Kami mungkin telah mendeteksi salah satu dari beragam sistem mini nan berkontribusi membentuk Bimasakti kita," ujar Federico Sestito, astronom sekaligus peneliti pascadoktoral di University of Hertfordshire, kepada Space.com melalui email.

Studi nan dipublikasikan dalam Monthly Notices of the Royal Astronomical Society ini merupakan kelanjutan dari riset Sestito sebelumnya. Jika dulu mereka hanya memantau pergerakan bintang, sekarang tim peneliti sukses mendapatkan info kimiawi nan jauh lebih akurat.

"Pekerjaan ini bisa dianggap sebagai semacam tindak lanjut dari pekerjaan sebelumnya," kata Sestito. "Di masa lalu, kami kudu memandang bintang-bintang tua ini dengan aktivitas nan aneh; namun, kami kekurangan info kimiawi, nan sekarang tersedia dalam penelitian ini."

Melacak Jejak Bintang Miskin Logam

Bintang-bintang generasi awal di alam semesta kebanyakan hanya terbentuk dari hidrogen dan helium. Karena lahir di masa purba, bintang-bintang ini dikategorikan sebagai bintang "miskin logam" (metal-poor) lantaran sangat sedikit mengandung komponen berat seperti besi.

"Kami berpikir bintang-bintang tua dan miskin logam ini terbentuk di satu galaksi mini nan tertelan oleh Bimasakti nan sedang terbentuk," jelas Sestito.

Namun, komposisi kimia saja tidak cukup. Untuk mempersempit analisis, tim peneliti mengombinasikan info kimiawi tersebut dengan letak dan orbit bintang menggunakan spektroskopi resolusi tinggi serta simulasi teoritis.

"Gerakan orbital [bintang-bintang tersebut] terbilang asing lantaran mereka terkurung dekat dengan piringan Bimasakti, nan biasanya dipadati oleh bintang-bintang nan lebih muda dan kaya logam," urai Sestito. Posisinya nan unik di piringan galaksi menjadi petunjuk kuat bahwa ke-20 bintang ini saling berkerabat.

Menyingkap Galaksi nan Tersembunyi

Berdasarkan kajian kimia, ke-20 bintang ini menunjukkan tanda-tanda pengayaan dari supernova daya tinggi, hipernova, dan penggabungan bintang neutron, tetapi tidak ada indikasi ledakan katai putih (white dwarf). Hal ini menandakan galaksi asal mereka, Loki, merupakan galaksi kerdil energik nan berumur pendek.

Menemukan fosil galaksi seperti Loki di area piringan Bimasakti adalah tantangan besar lantaran padatnya bintang-bintang muda. Meski sampel saat ini tetap terbatas, Sestito optimistis terhadap masa depan arkeologi galaksi ini.

"Meskipun penelitian ini mungkin terbatas dalam jumlah bintang nan diamati, masa depan terlihat sangat cerah," pungkasnya. "Kita bakal mempunyai akomodasi spektroskopi multi-objek nan bakal memperoleh info kimia untuk ribuan bintang. Pada titik itu, kita bakal dapat memahami lebih baik sifat-sifat dari banyak komponen penyusun nan membentuk galaksi kita." (Space/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia