ilustrasi(Magnific)
WARNA dan corak bulu ayam nan sangat beragam, mulai dari putih bersih, cokelat kemerahan, hingga kehitaman mengilap, telah lama menjadi teka-teki biologis. Studi genetik terbaru sekarang sukses mengungkap sistem biologis nan menjelaskan gimana keanekaragaman warna bulu pada unggas domestik ini terbentuk.
Penelitian nan dipimpin oleh tim intelektual internasional ini berfokus pada kajian genomik dari beragam ras ayam di seluruh dunia. Peneliti mendapati ragam warna bulu ayam dipengaruhi oleh kombinasi kompleks antara mutasi genetik tertentu dan proses domestikasi oleh manusia nan telah berjalan selama ribuan tahun.
Secara alami, nenek moyang ayam rimba (red junglefowl) mempunyai pola warna bulu camuflase untuk melindungi diri dari pemangsa di alam bebas. Namun, ketika proses domestikasi dimulai, tekanan seleksi alam tersebut berkurang. Manusia mulai membiakkan ayam dengan memilih sifat-sifat visual nan unik, termasuk ragam warna bulu nan langka.
Di tingkat molekuler, penentu utama warna bulu ayam terletak pada jalur pembentukan pigmen melanin. Terdapat dua jenis pigmen utama nan berperan, ialah euselanin (menghasilkan warna hitam dan cokelat tua) serta feomelanin (menghasilkan warna merah dan kuning).
Para peneliti mengidentifikasi sejumlah gen kunci nan bertindak seperti sakelar pengatur. Gen-gen ini menentukan kapan, di mana, dan seberapa banyak pigmen didistribusikan ke dalam helai bulu nan sedang tumbuh. Mutasi pada gen-gen ini dapat menghentikan produksi pigmen sama sekali, seperti pada kasus ayam berbulu putih, alias malah memicu penumpukan pigmen secara berlebihan hingga menghasilkan corak nan gelap dan mencolok.
Interaksi antar-gen nan kompleks ini juga menjelaskan kenapa satu helai bulu ayam dapat mempunyai pola garis, bintik, alias nuansa warna nan presisi. Setiap kombinasi genetik menghasilkan pengaruh visual unik nan berbeda pada tiap ras ayam.
Temuan ini tidak hanya memecahkan misteri keanekaragaman visual pada ayam, tetapi juga memberikan pemahaman nan lebih dalam mengenai gimana proses domestikasi dan rekayasa selektif manusia dapat mengubah struktur genetik suatu jenis secara signifikan dalam rentang waktu nan relatif singkat. (Earth/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·