Puzzle Terbaru di Balik 'Penculikan' Atlet Golf Jesslyn

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Jakarta -

Misteri soal dugaan penculikan atlet golf putri Jesslyn Wijaya Lay di sebuah restoran di Jakarta Pusat kian tersusun satu per satu. Terkini, pelapor mencabut laporannya di Polres Metro Jakarta Pusat.

Hal itu diungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra saat dihubungi, Rabu (22/7/2026). Disebut pelapor, nan merupakan kawan Jesslyn, mencabut laporan lantaran tidak memandang langsung kejadian.

"Perkembangan terbarunya adalah pada hari Minggu, tanggal 19 (Juli), pelapor datang ke Polres Jakpus untuk mencabut laporan," kata Roby.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pelapor atas nama NA nan melaporkan, itu hubungannya adalah berkawan dengan saudari J, pada hari Minggu kemarin juga sudah meminta dengan secara tertulis melayangkan pencabutan lantaran nan berkepentingan merasa bukan family dan tidak memandang langsung," jelas Roby.

Sebagai informasi, peristiwa dugaan penculikan itu dilaporkan terjadi pada Senin (13/7) malam, sementara Jesslyn pergi ke Kuala Lumpur keesokan harinya. Jesslyn pergi berbareng dua orang, salah satunya ayahnya.

Akan Nikah dalam Waktu Dekat

Polres Metro Jakarta Pusat meminta keterangan laki-laki berjulukan Evan (37) mengenai berita atlet golf, Jesslyn Wijaya, nan hilang. Evan adalah calon suami Jesslyn.

"Kemarin calon suami Jesslyn didengarkan keterangannya di Polres. Dan Evan selaku calon suami saat ini konsentrasi untuk memastikan keberadaan dan keselamatan Jesslyn," kata Kuasa Hukum Evan, Andi Darti, Rabu (22/7/2026).

Dia mengatakan hingga hari ini Evan belum mendapatkan info soal keberadaan Jesslyn. Polisi mendapatkan info manifes penerbangan nan menunjukkan Jesslyn telah terbang ke Kuala Lumpur, Malaysia.

Andi Darti mengatakan Evan belum dapat memastikan berita tersebut. Menurutnya, ada dugaan hilangnnya Jesslyn telah direncanakan, namun ada hal-hal nan kudu dibuktikan.

Kami belum bisa memastikan (Jesslyn ke Malaysia), tetapi ada beberapa bukti petunjuk nan menurut saya selaku kuasa norma kudu didalami ialah ada perencanaan terlebih dahulu," ujar dia.

Darti mengatakan Evan dan Jesslyn bakal menikah dalam waktu dekat. Dia menambahkan, Jesslyn sudah tinggal sendiri di apartemen area Pluit selama 10 bulan.

"Dia keluar dari rumah orang tuanya. Dia hidup di apartemen, tinggal di apartemen di wilayah Pluit, ya. Barang peralatan pribadi korban tetap di apartemen. Nah, di situ udah nyaris 10 bulan dia tinggal di situ. Nah, si Jasslyn ini itu juga dalam waktu dekat juga bakal segera menikah dengan Evan," katanya.

Terpantau Pergi ke Malaysia

Polisi mengungkap manifes Jesslyn Wijaya Lay nan dikabarkan diculik dari sebuah restoran di Jakpus. Berdasarkan info perjalanan, Jesslyn terbang menuju Kuala Lumpur sehari setelah dugaan penculikan.

"Tanggal 14 nan berkepentingan ada di Semarang meninggalkan Indonesia menuju Kuala Lumpur berasas manifes nan kami terima berbareng dengan dua orang lainnya nan diketahui ada hubungan family dengan J," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra kepada wartawan, Selasa (21/7/2026).

Roby mengatakan pihak kepolisian juga sudah melakukan olah TKP. Hasil penelusuran, tidak ada CCTV di letak kejadian.

Polisi tetap mendalami kasus tersebut. Pihak kepolisian menyebut pelapor juga mencabut laporan dugaan-dugaan penculikan itu, namun proses penyelidikan tetap berjalan.

Kejanggalan Versi Calon Suami

Kuasa norma Evan, Andi Darti, mengatakan Jesslyn bakal menikah dalam waktu dekat dengan kliennya. Dia mengatakan Jesslyn sudah lama tak tinggal berbareng keluarga.

"Dia keluar dari rumah orang tuanya. Dia hidup di apartemen, tinggal di apartemen di wilayah Pluit, sudah nyaris 10 bulan. Nah, si Jesslyn ini itu juga dalam waktu dekat juga bakal segera menikah dengan Evan," kata Andi Darti, Rabu (22/7/2026).

Dia mengatakan Evan sempat mengantar Jesslyn membeli kue hingga ke restoran tempat seremoni ultah neneknya pada Senin (13/7). Darti mengatakan Jesslyn awalnya tak merespons undangan ultah tersebut.

Kemudian, Jesslyn datang ke aktivitas tersebut setelah kawan dekatnya meneruskan undangan ultah dari tante Jesslyn. Evan lampau mengantar pacarnya ke restoran tersebut dan menunggu tak jauh dari letak acara.

"Saat itu Jesslyn diminta untuk membawa kue ulang tahun. Nah, terus Jesslyn datang, sempat membeli kue ulang tahun berbareng dengan pacarnya, Evan," ucapnya.

Kronologi Hilang Versi Calon Suami

Evan tetap berkomunikasi dengan Jesslyn sekitar pukul 19.00 WIB. Namun, Evan mulai tak dapat menghubungi Jesslyn sekitar pukul 21.30 WIB hingga akhirnya mendatangi restoran tempat aktivitas ultah family Jesslyn.

Di dalam restoran, Evan tetap memandang kue ultah nan dibeli Jesslyn. Dia lampau meminta keterangan dari saksi-saksi di letak dari kerabat, tukang parkir, hingga pegawai restoran. Saksi menyebut Jesslyn diculik orang tak dikenal.

"Nah, akhirnya dia diberi tahu ada peristiwa Jesslyn diikat matanya, dibekap, baru digendong secara paksa, dimasukkan ke mobil. Jesslyn sempat memberontak, minta tolong, sempat keluar dari mobil tetapi didorong lagi," ceritanya.

Evan terus berupaya menghubungi Jesslyn lewat HP, e-mail, hingga media sosial tapi tak mendapatkan respons. Dia sempat melacak sinyal HP Jesslyn.

"Evan juga minta tolong ke temannya untuk mencari tahu posisi HP-nya Jesslyn. Menurut Evan, HP-nya tetap memancar dari rumah orang tuanya nan di Ancol, nan di Puri Jimbaran," kata Darti.

Evan lampau lapor polisi dan ikut datang melakukan olah TKP ke restoran. Namun, mereka tak menemukan rekaman CCTV lantaran perangkatnya rusak. Evan meletakkan kecurigaan.

"Menurut salah seorang pegawai restoran, CCTV itu sudah tidak berfaedah sejak 3 bulan nan lalu. Tapi kami juga mencurigai ya, artinya menduga lah ya, bisa saja ini ada kerja sama juga antara pemilik restoran dengan pihak nan diduga merampas kemerdekaan Jesslyn," ucapnya.

(azh/azh)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News