Jakarta, CNBC Indonesia - Rusia melancarkan salah satu gelombang serangan terbesar dalam beberapa waktu terakhir ke sejumlah kota di Ukraina pada Selasa (2/6/2026) awal hari. Rentetan serangan drone dan rudal menghantam ibu kota Kyiv hingga kota Dnipro, menewaskan sedikitnya 10 orang dan melukai sekitar 100 lainnya, di tengah peringatan bahwa Moskow tengah menyiapkan serangan besar-besaran.
Rusia selama perang ini secara rutin menargetkan jaringan daya dan prasarana Ukraina, sementara Ukraina pada tahun ini meningkatkan serangan terhadap akomodasi minyak Rusia. Kedua negara sama-sama membantah sengaja menargetkan penduduk sipil.
Pekan lalu, Kremlin memperingatkan bahwa mereka bakal melakukan "serangan sistematis" terhadap sasaran di Kyiv sebagai respons atas serangan drone nan menghantam sebuah pondok di wilayah Luhansk nan diduduki Rusia. Moskow mengeklaim serangan tersebut menewaskan 21 orang, sementara Ukraina membantah keterlibatan dalam kejadian itu.
Foto-foto dari letak menunjukkan ledakan besar dan kepulan asap tebal membubung di atas area permukiman bertingkat tinggi di Kyiv.
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan serangan semalam menewaskan empat orang dan melukai 58 lainnya, termasuk anak-anak. Di sejumlah lokasi, gedung apartemen rusak parah dan kendaraan terbakar akibat hantaman maupun puing-puing rudal nan jatuh.
Salah seorang penduduk Kyiv, Olha Mudra, menggambarkan suasana mencekam nan dialaminya berbareng putrinya nan berumur enam tahun, Natalia.
"Kami tidak bisa memahami apa nan sedang terjadi - semacam kiamat?" katanya saat berada di letak salah satu serangan, dilansir Reuters.
"Semua tertutup [puing-puing], semuanya penuh asap, Anda tidak bisa memandang apapun," tambahnya.
Ia berdiri di depan gedung tempat tinggal nan hancur serta deretan mobil nan mengalami kerusakan akibat serangan.
Klitschko mengatakan sebuah gedung apartemen setinggi 24 lantai diduga terkena rudal secara langsung hingga menyebabkan sebagian gedung runtuh. Akibatnya, sejumlah penduduk diperkirakan tetap terjebak di bawah reruntuhan.
Selain itu, sebuah blok apartemen sembilan lantai juga dilaporkan terbakar setelah terkena puing rudal. "Di distrik Obolon, mobil-mobil terbakar setelah terkena puing rudal nan jatuh," kata Klitschko.
"Ada juga kebakaran di dua letak di area terbuka, termasuk satu letak di dekat taman kanak-kanak."
Sebelumnya, ketika sirene peringatan serangan udara berbunyi, ribuan penduduk Kyiv bergegas menuju stasiun metro untuk mencari perlindungan.
Saksi mata mengatakan banyak penduduk membawa barang-barang pribadi hingga kasur ke dalam sistem kereta bawah tanah ibu kota. Suara sistem pertahanan udara Ukraina nan berupaya mencegat serangan Rusia terus terdengar sepanjang malam.
Bahkan setelah fajar menyingsing, ledakan tambahan tetap terdengar di sejumlah wilayah Kyiv, menurut saksi Reuters.
Tidak hanya Kyiv, kota Dnipro di wilayah tenggara Ukraina juga menjadi sasaran serangan besar.
Gubernur wilayah Dnipropetrovsk, Oleksandr Hanzha, mengatakan enam orang tewas dan 36 lainnya terluka akibat kombinasi serangan rudal dan drone Rusia. Menurutnya, seluruh korban luka saat ini dirawat di rumah sakit dengan kondisi sedang.
Hanzha juga membagikan foto-foto nan menunjukkan gedung tempat tinggal hancur, kendaraan gosong terbakar, serta taman bermain anak-anak nan rusak akibat serangan.
Di wilayah Kharkiv, Ukraina timur laut, serangan drone dan rudal Rusia juga menyebabkan sedikitnya 10 orang terluka. Wali Kota Kharkiv Ihor Terekhov mengatakan seorang anak termasuk di antara para korban.
Gelombang serangan ini terjadi hanya sehari setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan kemungkinan adanya serangan besar dari Rusia.
Peringatan serangan udara terdengar di sebagian besar wilayah Ukraina pada Selasa awal hari.
Dalam pidato video malamannya, Zelensky mengatakan info intelijen menunjukkan Rusia memang sedang menyiapkan operasi berskala besar.
"Peringatan intelijen mengenai serangan Rusia tetap berlaku. Serangan besar-besaran mungkin terjadi. Mereka telah menyiapkannya," kata Zelensky.
Ia menegaskan pasukan Ukraina berada dalam kondisi siaga penuh. "Para pembela kami siap 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, sejauh mungkin dengan pasokan nan saat ini tersedia."
Di sisi lain, wilayah Rusia juga menghadapi serangan sepanjang malam.
Otoritas Rusia mengatakan kilang minyak Ilsky di wilayah Krasnodar, Rusia selatan, terbakar setelah terkena serangan drone.
Sementara itu, di wilayah Belgorod nan berbatasan langsung dengan Ukraina, seorang bocah laki-laki berumur 11 tahun dilaporkan terluka setelah sebuah drone Ukraina menghantam rumah tempat tinggal. Informasi tersebut disampaikan pemerintah wilayah melalui Telegram.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan telah menembak jatuh total 148 drone Ukraina sepanjang malam. Media-media Rusia mengutip pernyataan kementerian nan menyebut sistem pertahanan udara negara itu aktif di beragam wilayah.
Serangan drone juga dilaporkan terjadi di atas Sevastopol, pangkalan utama armada laut Rusia di Krimea nan diduduki Moskow. Otoritas setempat mengatakan sistem pertahanan udara tengah berupaya menghalau serangan tersebut.
(luc/luc)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·