Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berencana mengumumkan kondisi anggaran pendapatan dan shopping negara (APBN) terbaru, tepatnya realisasi hingga April 2026 pada hari ini, Selasa (19/5/2026).
Hal ini dia sampaikan sesaat sebelum digelarnya rapat terbatas oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (18/5/2026).
"Akan ada APBN Kita (Kinerja dan Fakta), laporan APBN kita sampai April," ucap Purbaya dikutip Selasa (19/5/2026).
Purbaya belum mau mengungkapkan perincian dari kondisi pendapatan negara termasuk pajak, dan realisasi shopping pemerintah. Ia hanya memberi sinyal bahwa kondisi bakal sangat baik, dan apalagi di luar perkiraan pengamat ekonomi.
"Itu hasilnya bagus, pasti di luar pikiran para pengamat itu. Jadi fondasi kita memang betul-betul bagus, jadi Anda enggak usah khawatir," tegas Purbaya.
Sebagaimana diketahui, hingga akhir Maret 2026 APBN mengalami defisit sebesar Rp 240,1 triliun alias 0,93% dari PDB pada 31 Maret 2026. Realisasi defisiti itu mengalami pembengkakan 140,5% dibanding tiga bulan pertama pada 2025 nan defisitnya Rp 99,8 triliun alias 0,41% dari PDB.
Angka defisit itu apalagi sudah setara 34,8% dari sasaran sepanjang tahun ini Rp 689,1 triliun alias setara 2,68% dari PDB. Sedangkan tahun lampau baru setara 16,2% dari sasaran Rp 616,2 triliun alias setara 2,53% PDB.
Secara rinci, pendapatan negara hingga akhir kuartal I-2026 itu mencapai Rp574,9 triliun alias 18,2% APBN. Angka ini tumbuh 10,5% (yoy). Ditopang oleh penerimaan perpajakan mencapai Rp462,7,0 triliun alias 17,2% sasaran APBN. Realisasi ini tumbuh 14,3% (yoy).
Di dalamnya, penerimaan pajak terealisasi Rp394,8 triliun alias 16,7% APBN, dengan pertumbuhan sebesar 20,7% (yoy). Sementara itu, Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp67,9 triliun alias 20,2% APBN, meskipun tetap mengalami kontraksi 12,6% (yoy) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp112,1 triliun alias 24,4% APBN, turun 3%.
Realisasi shopping negara tercapai Rp815,0 triliun alias 21,2% APBN, tumbuh 31,4% (yoy) jauh lebih sigap dibanding tahun sebelumnya. Didukung kecepatan Belanja Pemerintah Pusat (BPP) nan terealisasi Rp610,3 triliun (19,4% APBN) alias tumbuh 47,7%. Untuk Transfer ke Daerah (TKD) terealisasi Rp204,8 triliun (29,5% APBN, terkontraksi 1,1%.
(arj/arj)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·