Purbaya Bantah Dolar Rp17.400/US$ Gegara APBN Goyah

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku mendengar banyak sentimen nan menyebut tekanan kurs rupiah saat ini terjadi akibat goyahnya kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ia mengatakan, tekanan kurs rupiah nan sekarang bertengger di level atas Rp 17.400/US$ bukan disebabkan urusan fiskal pemerintah. Sebab, fiskal pemerintah malah menjadi salah satu penopang tingginya pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini.

"Orang juga banyak bilang Indonesia fiskalnya goyah, makanya rupiah melemah. Tapi jika kita lihat dari ketahanan daya kita itu banget kuat," kata Purbaya saat konvensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Menurut Purbaya hingga sekarang defisit APBN pun tetap terjaga di bawah pemisah kondusif 3% PDB. Per akhir Maret 2026, defisit sebesar Rp 240,1 triliun alias 0,93% dari PDB.

Secara rinci, pendapatan negara mencapai Rp574,9 triliun alias 18,2% APBN, nomor ini pun tumbuh 10,5%. Realisasi shopping negara tercapai Rp815,0 triliun alias 21,2% APBN, tumbuh 31,4% (yoy) jauh lebih sigap dibanding tahun sebelumnya.

"Kalau ada krisis dunia kita nomor 2 paling kuat di banding negara-negara lain. Bahkan di atas Amerika Serikat, di atas China, di atas Australia dll, ini dari JP Morgan datanya," kata Purbaya.

Sebagaimana diketahui, nilai tukar rupiah terpantau melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) usai rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 pada siang ini, Selasa (5/5/2026).

Melansir info Refinitiv, pada pukul 11.15 WIB, rupiah terpantau berada di level Rp17.425/US$ alias terdepresiasi 0,35%.

Pelemahan ini melanjutkan tekanan nan sudah terlihat sejak pembukaan perdagangan pagi tadi, ketika rupiah dibuka melemah 0,09% di level Rp17.380/US$.

Tekanan terhadap rupiah terjadi seiring pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) nan melaporkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada kuartal I-2026 sebesar 5,61% secara tahunan (year-on-year/yoy), lebih tinggi dari ekspektasi pasar.

Secara kuartalan, ekonomi Indonesia terkontraksi 0,77% (quarter-to-quarter/qoq).

(arj/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News