Puncak Haji 2026, Komnas Haji Minta Antisipasi Jemaah Hilang dan Tersesat

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Puncak Haji 2026, Komnas Haji Minta Antisipasi Jemaah Hilang dan Tersesat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi melakukan pengecekan terowongan menuju Jamarat alias letak lempar jumrah di Mina, Makkah, Arab Saudi, Minggu (17/5/2026) waktu setempat. Pengecekan area tersebut merupakan bagian dari persiapan pelaya(. ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd)

PERGERAKAN puncak haji menuju Armuzna (Arafah, Mina dan Muzdalifah) dimulai hari ini 25 Mei 2026 atau 8 Dzulhijjah 1447 H. Komnas Haji meminta agar pemerintah memerhatikan potensi jemaah lenyap alias tersesat.

Jemaah mulai dimobilisasi secara berjenjang dari hotel-hotel di  Mekah menuju Arafah untuk melakukan wukuf pada besok harinya  (26 Mei 2026 M/ 9 Dzulhijjah 1447 H) berasosiasi dengan kurang lebih 1,6 juta jemaah dari beragam penjuru dunia. 

Perjalanan selanjutnya jemaah bakal bergeser untuk melakukan Mabit di Muzdalifah. Selanjutnya, pergerakan jemaah mengarah ke Mina melakukan lontar jumrah di Jamarat untuk melakukan lempar batu Aqobah, Ula dan Wustha dalam rentang  10 - 12 Dzulhijjah 1447. Di sela-sela agenda tersebut tamu-tamu Allah kudu bergerak ke Mekkah untuk melakukan tawaf Ifadah, sai dan tahallul. 

Ketua Komnas Haji, Mustolih Siradj mengatakan jarak pergerakan nan begitu panjang serta simultan maka ibadah di Armuzna bakal sangat menguras tenaga dan stamina sehingga bisa memicu kelelahan dan turunnya konsentrasi, stamina bisa drop, bahkan sakit. 

“Kondisi semacam ini bisa menyebabkan rombongan jemaah nan bergerak ke tempat ibadah bisa terpisah dari rombongan, tertinggal ataupun tercerai berai dari regunya khususnya bagi lansia dan disabilitas nan bisa menimbulkan mereka tersesat alias apalagi hilang,” ungkapnya, Senin (25/5). 

Ia menjelaskan bahwa situasi di Armuzna ada jutaan jemaah menggunakan busana nan sama ialah ihram warna putih dan warna tenda nan seragam. Hal ini berpotensi membuat jemaah susah membedakan kawan satu rombongan maupun tenda tempatnya beristirahat dengan tenda jemaah negara lain. Selain itu, cuaca panas nan diperkirakan bakal mendekati 50 derajat Celsius menjadi tantangan beragama di puncak haji 2026.
 
"Sangat dibutuhkan kekompakan dan solidaritas di kalangan  para jemaah agar tetap solid dan kompak, saling bahu membahu membantu (ta'awun) dengan semangat "jemaah jaga jemaah" tanpa kudu selalu memgandalkan petugas. Dengan begitu bisa diminimalisir  jemaah tersesat alias hilang. Pada titik ini peran ketua rombongan (karom) dan ketua regu (karu) menjadi sangat sentral dan vital," pungkasnya. (H-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia