Proyek Giant Sea Wall Butuh Rp1.684 Triliun, Bagaimana Pendanaannya?

Sedang Trending 5 bulan yang lalu

Proyek Giant Sea Wall Butuh Rp1.684 Triliun, Bagaimana Pendanaannya?

Proyek pembangunan Giant Sea Wall (GSW) di area Pantura diperkirakan memerlukan anggaran hingga USD100 miliar. (Foto: Okezone.com/PU)

JAKARTA – Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) menyatakan proyek pembangunan Giant Sea Wall (GSW) di area Pantura diperkirakan memerlukan anggaran hingga USD100 miliar alias sekitar Rp1.684 triliun (kurs Rp16.840 per USD). Proyek ini direncanakan dibiayai sebagian dari APBN dan melibatkan investor, baik domestik maupun asing.

"Secara keseluruhan, sudah ada hitungannya sekitar USD80 sampai USD100 miliar. Kami sedang mendalami ini secara mendalam, apa keuntungannya untuk Indonesia, dalam makna tidak terlalu memberatkan pemerintah," kata Kepala BOPPJ, Didit Herdiawan Ashaf, saat ditemui di instansi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Senin (23/2/2026).

Didit memastikan sampai saat ini belum ada investasi asing maupun dalam negeri nan masuk untuk proyek GSW. Meski begitu, pihaknya tetap memetakan pesisir Pantura nan menjadi prioritas untuk pembangunan tanggul laut raksasa.

"Kami tidak menggeneralisasi semuanya kudu dengan APBN alias kudu dengan investor. Kami kudu mempelajari betul mana-mana wilayah nan memang dibutuhkan untuk penyelenggaraan pembangunan GSW, apakah oleh pihak dalam negeri sendiri alias pihak luar negeri," ucapnya.

Pelaksanaan proyek GSW, menurut Didit, bukan hanya untuk kepentingan sesaat, tetapi juga untuk jangka panjang. Bahkan, GSW diharapkan dapat memperkuat hingga 300 tahun. Sehingga semua proses pembangunan proyek, termasuk pembiayaan, menjadi perhatian utama agar dijalankan secara hati-hati.

GSW area Pantura direncanakan membentang sepanjang 535 kilometer, tersebar di lima provinsi: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, serta mencakup lima kota dan 25 kabupaten.

Didit mencontohkan, GSW di pesisir Jakarta bakal dibagi menjadi dua bagian, ialah tanggul raksasa di timur dan barat. Di antara kedua GSW itu bakal dibangun jembatan, sementara di sisi GSW dibuat waduk retensi nan berpotensi menjadi pasokan air baku bagi ibu kota.

Dalam pembangunan GSW, BOPPJ nan disupervisi Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menjalin sinergi dengan tenaga mahir dari universitas dan master lingkungan nan memahami akar masalah pengikisan di pesisir.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com