Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah kembali membuka Program Magang Nasional (PMN) Batch 4 mulai Juli 2026. Program nan ditujukan bagi lulusan baru perguruan tinggi ini ditargetkan menjangkau hingga 150.000 peserta sepanjang tahun 2026 melalui tiga gelombang pelaksanaan.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Kurnia Ramadhana mengatakan, pada gelombang pertama nan dimulai Juli mendatang pemerintah menargetkan sekitar 50.000 peserta.
"Program Magang Nasional Batch 4 bakal dilaksanakan secara berjenjang mulai Juli 2026, dengan rencana awal sekitar 50.000 peserta pada gelombang pertama, kemudian dilanjutkan gelombang kedua dan ketiga hingga mencapai total 150.000 peserta pada akhir tahun," ujar Kurnia dalam bertemu pers, Rabu (24/6).
Program ini mendapat support luas dari beragam sektor. Secara keseluruhan, terdapat 8.056 mitra penyelenggara nan terdiri atas 5.168 perusahaan swasta dan 2.888 satuan kerja kementerian maupun lembaga pemerintah.
Kurnia menjelaskan, sepanjang penyelenggaraan program ini, jumlah perusahaan mitra tersebut bertambah di setiap batch-nya.
"Dari keseluruhan mitra, di antaranya terdapat 874 entitas BUMN nan turut berperan-serta sebagai mitra penyelenggara," terang dia.
BUMN jadi Kontributor Terbesar
Kurnia menyebut, jika dilihat dari pemetaan industri, sektor perbankan milik negara alias BUMN menjadi kontributor terbesar dengan menyediakan 1.033 program magang.
"Posisi berikutnya diikuti oleh sektor rumah sakit swasta (191 program), konsultasi manajemen (168 program), perdagangan makanan dan minuman (167 program), serta industri properti dan pengelolaan aset (151 program)," kata dia.
Kurnia menjelaskan, proses pendaftaran dimulai dari perusahaan dan lembaga mitra nan membuka lowongan pemagangan serta mengusulkan kebutuhan posisi nan tersedia.
Setelah itu, kata dia, calon peserta dapat mendaftar melalui platform MagangHub dengan memilih maksimal dua posisi nan sesuai dengan minat dan bagian keahlian.
"Calon peserta mendaftar melalui platform MagangHub di maganghub.kemnaker.go.id, dengan memilih paling banyak dua posisi pemagangan sesuai minat dan bagian keahlian," terang Kurnia.
Tahapan Seleksi
Kurnia menyebut, setelah proses pendaftaran, perusahaan bakal melakukan seleksi dan mengumumkan hasil rekrutmen melalui platform nan sama. Peserta nan lolos kemudian menandatangani Perjanjian Pemagangan dan menjalani masa magang selama enam bulan.
"Selama menjalani masa magang enam bulan, peserta bakal mendapatkan sejumlah benefit, antara lain duit saku bulanan setara UMP/UMK, agunan sosial, serta sertifikat resmi pemagangan," terang dia.
Tak hanya itu, lanjut Kurnia, peserta juga berkesempatan besar untuk langsung diserap menjadi tenaga kerja tetap di perusahaan tempat mereka magang.
"Selama mengikuti program, peserta diwajibkan mengisi laporan harian melalui sistem monitoring dan pertimbangan nan tersedia di tautan monev.maganghub.kemnaker.go.id dan divalidasi oleh mentor masing-masing," papar dia.
"Setelah menyelesaikan program, peserta bakal memperoleh Sertifikat Pemagangan dan berkesempatan mengikuti sertifikasi kompetensi melalui platform SertifHub," tandas Kurnia.
Persyaratan Calon Peserta
Berikut adalah persyaratan utama untuk dapat mendaftar sebagai peserta Program Magang Nasional Batch 4:
1. Warga Negara Indonesia (WNI) nan dibuktikan secara resmi dengan kepemilikan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
2. Merupakan lulusan diploma, sarjana, alias pendidikan pekerjaan dengan masa kelulusan maksimal satu tahun terhitung sejak tanggal piagam diterbitkan.
3. Khusus untuk pemegang sertifikat profesi, pemisah waktu kelulusan diberikan kelonggaran hingga maksimal dua tahun sejak piagam diploma alias sarjana diterbitkan.
4. Berasal dari perguruan tinggi nan terdaftar secara resmi di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·