ilustrasi(Antara)
Gangguan penglihatan tetap menjadi salah satu masalah kesehatan nan sering luput dari perhatian, terutama pada anak usia sekolah. Padahal, keahlian memandang dengan baik sangat berpengaruh terhadap proses belajar, konsentrasi, dan perkembangan anak di lingkungan pendidikan. Keterbatasan akses terhadap jasa kesehatan mata serta biaya pemeriksaan dan pembelian kacamata menjadi tantangan nan tetap dihadapi sebagian masyarakat. Akibatnya, banyak gangguan penglihatan baru diketahui ketika kondisinya sudah cukup berat dan mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses jasa kesehatan masyarakat, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Subholding Gas Pertamina, menggelar program pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian kacamata cuma-cuma bagi 300 penerima faedah nan berasal dari sekolah-sekolah dan masyarakat sekitar wilayah operasional perusahaan.
Kegiatan nan berjalan di Kantor Pusat PGN, Jakarta, tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) berjudul CAKRA (Cek Kesehatan untuk Rakyat) sekaligus rangkaian peringatan HUT PGN ke-61.
Dari hasil pemeriksaan nan dilakukan, ditemukan sejumlah kasus gangguan penglihatan nan memerlukan perhatian khusus. Salah satu siswa diketahui mengalami rabun jauh hingga minus 17, sementara peserta lainnya mengalami gangguan penglihatan pada salah satu mata. Ada pula siswa nan selama ini menggunakan kacamata dengan ukuran minus 1, namun setelah diperiksa rupanya kondisi penglihatannya telah berkembang hingga minus 6. Temuan tersebut menunjukkan tetap adanya masyarakat nan belum memperoleh pemeriksaan mata secara rutin maupun perangkat bantu penglihatan nan sesuai dengan kondisi terkini.
Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah. Menurutnya, kesehatan mata menjadi salah satu aspek krusial nan berpengaruh langsung terhadap keahlian belajar dan aktivitas sehari-hari.
“Dari hasil pemeriksaan hari ini, kami memandang tetap banyak anak nan mengalami gangguan penglihatan cukup serius namun belum mendapatkan penanganan nan memadai lantaran keterbatasan biaya. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi proses belajar dan kualitas hidup mereka. Karena itu, kami berambisi support kacamata nan diberikan dapat membantu mereka belajar dengan lebih nyaman dan percaya diri,” ujar Fajriyah.
Ia menjelaskan bahwa program pemeriksaan mata dan pembagian kacamata cuma-cuma merupakan bagian dari rangkaian jasa kesehatan nan lebih luas melalui program CAKRA.
Sebelumnya, PGN juga telah menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan dasar bagi masyarakat di tiga wilayah operasional perusahaan, ialah SOR I sebanyak 500 orang, SOR II sebanyak 560 orang, dan SOR III sebanyak 550 orang. Dengan demikian, total penerima faedah jasa kesehatan dasar nan telah dijangkau melalui program tersebut mencapai 1.610 orang.
“Melalui program ini, kami berambisi dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran bakal pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” kata Fajriyah.
Kepala SDN Cideng 7, Ratna Suminar, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan program tersebut lantaran dinilai membantu siswa nan selama ini belum memperoleh akses pemeriksaan kesehatan mata secara optimal.
Menurutnya, tetap terdapat sejumlah siswa nan mengalami gangguan penglihatan tetapi belum mendapatkan penanganan lantaran keterbatasan ekonomi keluarga.
“Kami sangat berterima kasih kepada PGN atas terselenggaranya program ini. Bagi sebagian siswa dan orang tua, pemeriksaan mata maupun pembelian kacamata bukanlah perihal nan mudah lantaran memerlukan biaya nan tidak sedikit. Melalui program ini, anak-anak dapat mengetahui kondisi kesehatan matanya dan memperoleh kacamata nan sesuai sehingga dapat belajar dengan lebih nyaman dan optimal di sekolah,” ujar Ratna.
Hal senada disampaikan Kepala Yayasan Al Mubarok, Henny Setiyani. Ia menilai program pemeriksaan mata dan pemberian kacamata cuma-cuma sangat membantu masyarakat nan mempunyai keterbatasan akses terhadap jasa kesehatan mata.
“Program ini sangat membantu lantaran memberikan solusi nan langsung dirasakan manfaatnya oleh para siswa dan family mereka. Kami memandang antusiasme nan sangat tinggi dari para peserta dan berambisi aktivitas seperti ini dapat terus bersambung agar semakin banyak anak nan terbantu,” kata Henny.
Melalui program tersebut, PGN berambisi dapat mendorong meningkatnya kesadaran masyarakat bakal pentingnya kesehatan mata sekaligus membantu lebih banyak anak memperoleh kesempatan belajar nan lebih nyaman dan optimal melalui akses jasa kesehatan nan lebih baik. (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·