Jakarta, CNN Indonesia --
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan kualitas udara di Jakarta selama tiga hari belakangan tercatat dalam kondisi nan semakin buruk.
"Memang sekarang ini dalam 2-3 hari ini kondisi asap kita, kondisi udara kita mengalami kondisi nan memburuk," ujar Pramono di Jakarta Utara, Jumat (16/10).
Pramono menyebut info kualitas udara ini dia peroleh melalui perangkat pemantau emisi nan dimiliki Jakarta. Sehingga, informasinya tidak hanya berjuntai pada info dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jakarta mempunyai pemantau untuk emisi itu jumlahnya ratusan. Sebenarnya tanpa dari BMKG aja datanya sudah ada. Penegasannya bahwa ini cuacanya memburuk," ujarnya.
Ia mengaku sempat menahan kemauan untuk menyampaikan info ini sejak beberapa hari lampau lantaran tak mau menjadi polemik mengenai penyebab di kembali kualitas udara memburuk di Jakarta.
"Dari tiga hari nan lampau saya mau menyampaikan kepada publik, tetapi saya tidak mau kemudian ini malah menjadi pro-kontra, apakah ini disebabkan oleh apa?" ungkapnya.
Pramono menegaskan bahwa dirinya tidak menyalahkan siapapun untuk kondisi udara di Jakarta.
Siapkan mitigasi
Pramono menyatakan pihaknya telah mempersiapkan sejumlah mitigasi untuk menangani kondisi udara nan semakin jelek di Jakarta.
"Saya sudah memerintahkan kepada jejeran Kadinkes (Kepala Dinas Kesehatan), terutama rumah sakit,dan juga puskesmas, pembantu puskesmas, untuk mereka bersiap diri," ujar Pramono.
Ia menyatakan bahwa persiapan tersebut datang dalam corak pemberian support untuk mengobati penyakit nan berangkaian dengan gangguan pernapasan.
"Bersiap diri memberikan support sepenuhnya bagi penduduk nan mengalami gangguan pernapasan ataupun hal-hal nan lain nan berangkaian dengan kondisi udara nan seperti ini," jelasnya.
Pramono pun menyatakan upaya mitigasi ini sudah diperintahkan ke sebanyak 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 pembantu puskesmas.
Oleh lantaran itu, ratusan akomodasi kesehatan tersebut dilaporkan sudah bersiaga untuk menangani pengaruh dari kondisi udara Jakarta.
Sebelumnya, beberapa pengguna Threads sempat menyampaikan kekhawatirannya mengenai kualitas udara Jakarta. Di tengah kondisi di mana asap karhutla melanda sejumlah wilayah Indonesia, mereka pun mempertanyakan apakah asap tersebut telah sampai ke ibu kota.
"Ngerasa enggak kok akhir-akhir ini udara Jakarta polusinya makin parah, apa ini juga akibat karhutla?" tulis seorangnetizen di Threads, Rabu (14/10).
"Asap karhutla sepertinya turun ke Jakarta ya hari ini alias polusi-nya memang lagi meningkat? Agak mendung (vision berkurang) tapi tetap merasa gerah juga," sambung netizen lainnya.
Terkait perihal ini, Sekretaris Utama BMKG Guswanto menyebut wilayah Jakarta dan Jabodetabek tidak masuk dalam area sebaran asap. Kondisi ini ditandai dengan garis putus-putus berwarna merah muda pada peta BMKG.
"Namun, BMKG menegaskan bahwa asap tersebut belum terpantau mengarah ke Jakarta,"ujar Guswanto seperti dikutip detikcom, Rabu (14/10).
(mou/gil)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·