Liputan6.com, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta memberikan ruang seluas-luasnya bagi ekspresi kebudayaan sebagai bentuk penguatan identitas budaya nan melangkah beriringan dengan karakter utama kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, pembangunan Jakarta tidak boleh hanya berorientasi pada kemajuan prasarana bentuk dan pertumbuhan ekonomi semata.
Penguatan identitas budaya kudu melangkah beriringan sebagai bagian dari karakter utama kota. Sebagai kota nan multikultural, multietnis, dan terbuka, Pramono menegaskan komitmen penuh Pemprov DKI Jakarta dalam memberikan ruang seluas-luasnya bagi ekspresi kebudayaan.
Ruang-ruang publik strategis seperti Balai Kota, Kota Tua, Lapangan Banteng, hingga area Maramis dipersiapkan secara aktif untuk menggelar beragam pagelaran seni dan budaya tradisional.
“Inilah nan namanya budaya kita, kita rawat bersama-sama. Apalagi kebaya ini merupakan warisan budaya takbenda nan sudah diakui UNESCO. Kalau bukan kita nan merawat, pasti tidak ada,” ujar Pramono dalam keterangannya, Sabtu (1/8/2026).
Pramono juga menyoroti pentingnya pelestarian kebaya lintas etnis, mulai dari kebaya Betawi, Enci, Jawa, Madura, hingga ragam kebaya dari beragam wilayah di Nusantara.
Pemprov DKI Jakarta berbareng Perhimpunan Kebayaku sukses menyelenggarakan perhelatan budaya berjudul “Kharisma Batavia Menuju Jakarta”.
Acara nan digelar di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, itu menjadi bagian dari rangkaian menyambut 500 Tahun Kota Jakarta pada 2027. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Pramono berbareng Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno serta para duta besar negara sahabat.
Mengusung tema “Kharisma Batavia Menuju Jakarta”, aktivitas ini dirancang sebagai ruang kerjasama strategis antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat untuk memperkuat pelestarian budaya lokal di tengah transformasi Jakarta menjadi kota dunia nan modern, tetapi tetap berakar pada identitas dan tradisi.
Pada kesempatan nan sama, Pramono menyampaikan apresiasi kepada Perhimpunan Kebayaku atas konsistensi dan dedikasinya dalam melestarikan kebaya melalui beragam aktivitas imajinatif nan melibatkan masyarakat lintas generasi.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·