Jakarta -
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membujuk Forum Betawi Rempug (FBR) ikut menjaga Jakarta. Menurutnya, mewujudkan Jakarta sebagai kota dunia tak cukup hanya dengan membangun infrastruktur.
Hal itu disampaikan Pramono saat menghadiri milad ke-25 FBR di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026). Pramono menilai rasa mempunyai masyarakat, khususnya penduduk Betawi, terhadap Jakarta menjadi modal krusial dalam membangun kota.
"Jakarta sebagai kota global, nggak ada gunanya hanya membangun fisik. Kalau membangun bentuk itu nan menikmati juga bukan terutama nan grassroot ini. Tetapi rasa mempunyai anak-anak Betawi ini kepada kotanya, kepada pemerintahnya, kepada organisasinya, kepada kita semua kudu terus dijaga," kata Pramono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono mengaku berterima kasih dapat menghadiri milad ke-25 FBR. Pramono mengatakan FBR merupakan salah satu organisasi masyarakat nan punya akar kuat di Jakarta.
"Saya berterima kasih hari ini datang milad FBR ke-25. Ini adalah organisasi akar rumput nan besar di Jakarta. Ini adalah organisasi nan solid," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyinggung upaya Pemprov DKI memperkuat identitas Betawi di tengah transformasi Jakarta menjadi kota global. Menurutnya, sejumlah tradisi Betawi sekarang rutin dihadirkan dalam aktivitas pemerintahan.
Ia mencontohkan penggunaan busana budaya Betawi dalam pelantikan pejabat setiap Rabu di Balai Kota, penyajian bir pletok dan dodol sebagai jamuan tamu, hingga penyelenggaraan Lebaran Betawi dan haul ustadz Betawi.
"Bahkan saya menggagas haul bagi ustadz dan habaib Betawi. nan kemarin di Monas dihadiri 25 ribu lebih. Potong kebo, andilan pangkas kebo, dan sebagainya," ucapnya.
Pramono juga menyampaikan salah satu pendapat nan bakal diwujudkan menjelang peringatan 500 tahun Jakarta, ialah aktivitas 500 kali khataman Al-Qur'an.
"Ini rakyat biasa nan membaca, nan mengkhatamkan. Kenapa itu? Karena itu bagian angan untuk Jakarta," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum FBR Lutfi Hakim meminta seluruh personil FBR bijak menggunakan media sosial. Ia mengingatkan agar setiap info nan diterima lebih dulu diverifikasi sebelum disebarkan.
"Saya berpesan kepada seluruh personil FBR mengenai berita-berita di media sosial, apa pun itu, tanpa di-cross-check jangan disebarkan. Antisipasi agar kita pandai dan bijak dalam bermedia sosial. Karena pada akhirnya nan rugi adalah kita sendiri," kata Lutfi.
Lutfi juga membujuk seluruh personil FBR menjaga Jakarta agar tetap aman. Ia menyinggung kerusuhan nan pernah terjadi dan menyebabkan akomodasi publik rusak.
"Mari sama-sama kita jaga kampung kita, jaga Jakarta kita agar tidak dimanfaatkan oleh orang-orang tertentu nan pada akhirnya kita juga nan rugi. Kerusuhan tahun lampau kita rugi, lantaran di Senen itu halte bus gambarnya adalah batik kebanggaan kita, batik tumpal. Tapi hancur oleh orang-orang nan tidak bertanggung jawab," ujarnya.
Pihaknya meyakini pemerintah bisa membawa Jakarta menjadi lebih baik. Sebab itu, dia membujuk seluruh anggotanya menjaga persatuan dan ketertiban demi masa depan Jakarta dan masyarakat Betawi.
(bel/amw)
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·