Sejumlah pengendara mendorong kendaraannya saat banjir merendam Jalan Cipete Utara, Jakarta, Selasa (5/11/2024).(ANTARA FOTO/Zaky Fahreziansyah/RIV/rwa.)
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan awal mengenai potensi cuaca ekstrem nan melanda sejumlah wilayah Indonesia pada Jumat (22/5/2026). Pembentukan titik sirkulasi siklonik dan wilayah konvergensi dilaporkan menjadi pemicu utama pertumbuhan awan hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat.
Prakirawan BMKG, Alya Sausan, mengungkapkan bahwa sirkulasi siklonik saat ini terpantau di empat titik strategis, ialah Samudera Hindia sebelah barat Bengkulu, Selat Makassar, Laut Maluku, dan Samudera Pasifik utara Papua.
"Kondisi tersebut secara signifikan meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sekitar wilayah sirkulasi siklonik serta di sepanjang wilayah konvergensi maupun konfluensi," ujar Alya dalam siaran cuaca resmi di Jakarta.
Wilayah Siaga Hujan Lebat
Berdasarkan kajian dinamika atmosfer terbaru, BMKG meminta masyarakat dan otoritas setempat untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di wilayah-wilayah berikut nan diprediksi mengalami hujan intensitas tinggi:
- Kepulauan Bangka Belitung
- Kalimantan Barat
- Maluku
Data Terverifikasi Server (22 Mei 2026, 09.00 WIB):
- Jakarta (Gambir): 32 °C, Cerah.
- Bandung (Citarum): 26 °C, Berawan.
Prakiraan Cuaca Kota Besar di Indonesia
BMKG juga merinci prakiraan cuaca untuk kota-kota besar lainnya di Indonesia nan terbagi dalam beberapa kategori intensitas hujan:
| Hujan Petir | Pangkal Pinang, Palembang, Pontianak, Banjarmasin, Manado, Kendari, Sorong. |
| Hujan Sedang | Serang, Nabire. |
| Hujan Ringan | Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bandar Lampung, Samarinda, Makassar, Jayapura. |
| Berawan/Tebal | Banda Aceh, Medan, Padang, Bengkulu, Denpasar, Kupang, Merauke. |
Selain potensi hujan, BMKG mendeteksi wilayah konvergensi nan memanjang dari Samudera Hindia barat Aceh hingga Sumatera Barat, serta di wilayah Kalimantan Tengah dan Laut Banda. Kondisi udara kabur juga diprediksi terjadi di wilayah Jambi. Masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan info cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi akibat hidrometeorologi seperti banjir alias tanah longsor. (Ant/H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·