Prabowo Resmikan Groundbreaking Proyek Blok Masela Besok

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Sebelumnya, Lapangan Abadi Blok Masela berlokasi di lepas pantai Laut Arafura, Maluku. Blok Masela merupakan salah satu proyek strategis sektor migas dengan nilai investasi mencapai US$ 20,9 miliar alias sekitar Rp 355 triliun.

Lapangan gas kekal ini diperkirakan mempunyai persediaan gas sebesar 6,97 triliun kaki kubik (TCF) dan menjadi salah satu lapangan gas laut dalam terbesar di Indonesia.

Perjalanan proyek ini dimulai pada 16 November 1998 ketika Pemerintah Indonesia menandatangani perjanjian bagi hasil (Production Sharing Contract/PSC) dengan Inpex Corporation sebagai operator Blok Masela. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 2000, Inpex menemukan persediaan gas raksasa di Lapangan Abadi.

Pemerintah pun memasukkan Blok Masela dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebelumnya mengaku telah mendesak Inpex Masela Ltd, agar proyek migas Lapangan Abadi Blok Masela memulai produksi pada 2029.

Desakan lantaran dia menemukan adanya 301 sumur konsesi nan sudah menyelesaikan rencana pengembangan (Plan of Development/PoD), namun tidak kunjung masuk tahap produksi, termasuk Blok Masela. Tak lama kemudian Inpex Masela Ltd mulai melakukan tender.

Proyek tersebut ditargetkan mulai memasuki tahap bangunan pada 2027. Sementara itu, produksi perdana (on-stream) diperkirakan mulai berjalan pada 2029. "Tahun 2029 hingga 2030, sudah bisa berproduksi, dan itu salah satu giant nan terbesar di Indonesia," kata Bahlil pada Jumat (26/6/2026).

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita