Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto membujuk pengusaha Rusia untuk bekerja sama dan ikut andil dalam pengembangan perekonomian Indonesia. Prabowo menyatakan kerja sama di masa depan antara Indonesia dan Rusia mesti jauh lebih besar dibanding hanya sekadar perdagangan barang.
Prabowo membujuk pengusaha Rusia untuk ikut membangun industri di dalam negeri dan menciptakan nilai tambah bersama. Ajakan ini diungkapkan olehnya dalam pidatonya di Eastern Economic Forum, Vladivostok Rusia. Orang nomor satu di Indonesia itu apalagi berbincang satu panggung dengan Presiden Rusian Vladimir Putin.
"Saya sampaikan langsung kepada bumi upaya Rusia, datang lah ke Indonesia, bekerja berbareng kami, berproduksilah berbareng kami. Mari kita membangun industri bersama, mari kita menciptakan nilai bersama," ujar Prabowo dalam pidato siaran resmi Sekretariat Presiden,Kamis(3/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di bagian energi, Prabowo menyambut kerja sama Rusia nan dapat meningkatkan produktivitas eksplorasi, produksi, dan pengolahan minyak dan gas. Dalam ketahanan pangan, Indonesia mau memandang kesempatan untuk bekerja sama soal pemanfaatan teknologi pertanian, bibit unggul, pembibitan ternak, mekanisasi pertanian, pengolahan pangan, serta produksi pupuk bersama.
Dalam industrialisasi, Indonesia dan Rusia kudu bersama-sama menciptakan nilai tambah. Prabowo menyambut kemitraan dalam pengolahan hilir dan dalam menghasilkan barang-barang nan digunakan masyarakat kita setiap hari seperti makanan, produk rumah tangga, pakaian, furnitur, obat-obatan, dan elektronik konsumen.
"Kami mencari pengetahuan dan investasi dalam daya terbarukan, jaringan listrik pintar, serta tenaga nuklir untuk tujuan damai, termasuk teknologi modular dan teknologi berskala penuh, dengan standar keselamatan tertinggi dan perlindungan internasional," beber Prabowo.
Indonesia, kata Prabowo, juga menyambut kerja sama dengan Rusia di bagian antariksa, pendidikan tinggi, dan transportasi. Dari Indonesia, Prabowo juga membujuk sektor upaya Rusia bisa menjangkau pasar ASEAN nan lebih luas.
Lebih jauh Prabowo juga bicara soal pembentukan dan peran BPI Danantara kepada para pengusaha. Dia mengatakan lembaga biaya kekayaan alias sovereign wealth fund (SWF) negara itu mempunyai aset kelolaan besar hingga US$ 1 triliun.
Dengan aset sebesar itu, Danantara bisa bertindak menjadi jembatan tempat pasar modal dan tujuan strategis Rusia dan Indonesia bertemu. Prabowo juga membujuk SWF Rusia ikut serta bekerja sama dengan Danantara mengembangkan proyek menjanjikan di Indonesia.
"Danantara dan sovereign wealth fund Rusia, Russian Direct Investment Fund (RDIF), dapat bergerak mengidentifikasi kesempatan menjadi pembiayaan proyek-proyek nan layak didanai," beber Prabowo.
(hal/ara)
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·