Binti Mufarida
, Jurnalis-Senin, 28 September 2026 |17:58 WIB

Presiden Prabowo berjumpa Menteri Haji M. Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar di Istana.
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mendorong dilakukannya pembenahan menyeluruh tata kelola haji dan umrah, mulai dari pengusutan audit forensik finansial hingga petunjuk menyapu bersih keberadaan mafia serta kartel nan merugikan jemaah. Instruksi ini disampaikan Presiden kepada Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf berbareng Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Menurut Gus Irfan—sapaan berkawan Menhaj Irfan Yusuf—Presiden Prabowo memberikan perhatian besar terhadap upaya pembersihan ekosistem haji dan umrah dari beragam praktik curang. Kepala Negara juga mengapresiasi langkah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) nan telah meluncurkan hotline unik pemberantasan mafia haji dan umrah.
“Beliau sangat apresiasi dengan upaya kita dalam rangka membersihkan ekosistem haji maupun umrah dari kartel-kartel, dari beberapa pelanggaran, dari kecurangan-kecurangan nan semuanya bermuara pada kerugian bagi calon jemaah,” ujar Irfan.
Irfan menegaskan bahwa support penuh Presiden menjadi pelecut semangat bagi Kemenhaj untuk terus melakukan penataan mendasar.
“Mudah-mudahan dengan apresiasi dari beliau, kita bakal semakin semangat untuk membersihkan apa pun nan mengenai dengan haji dan umrah, agar jemaah tidak dirugikan. Istilah beliau adalah 'sapu sajalah semua kartel dan mafia nan mengenai dengan haji dan umrah',” lanjutnya.
Selain pembenahan ekosistem layanan, Presiden juga memberikan perhatian unik pada tata kelola biaya haji. Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan bahwa Presiden mendorong penyelenggaraan audit forensik terhadap pengelolaan finansial haji demi memperoleh gambaran kebenaran nan riil.
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·