Prabowo di EEF Rusia: ASEAN Pilih Konsultasi daripada Konfrontasi

Sedang Trending 58 menit yang lalu

Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto mengatakan area Asia Tenggara tidak selalu berada dalam kondisi damai. Menurutnya, ASEAN pernah menghadapi konflik, ketegangan, hingga perbedaan nan mendalam antarnegara.

"Asia Tenggara tidak selalu damai. Kawasan kami pernah mengalami konflik, ketegangan, dan perbedaan nan mendalam," kata Prabowo dalam pidatonya di Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia, dilihat di YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (3/9/2026).

Prabowo mengatakan para pemimpin ASEAN kemudian menyadari adanya persoalan nan lebih besar dibanding masalah perseorangan masing-masing negara. Yakni persoalan kemiskinan hingga keterbatasan jasa kesehatan dan pendidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun kemudian para pemimpin kami menyadari bahwa kemiskinan, terbatasnya jasa kesehatan dan pendidikan, prasarana nan tidak memadai, serta kebutuhan untuk menciptakan kesempatan adalah tantangan nan lebih besar daripada tantangan perseorangan kita masing-masing," ujarnya.

Prabowo mengatakan kerena itu lah negara-negara ASEAN memilih untuk mengatasi beragam persoalan tersebut melalui kerja sama. Menurutnya, pilihan tersebut selama nyaris enam dasawarsa telah menghasilkan faedah bagi perdamaian di kawasan.

"Maka ASEAN memilih konsultasi daripada konfrontasi, kerja sama daripada perpecahan. Selama nyaris enam dekade, pilihan tersebut telah menghasilkan dividen perdamaian. Petani dapat berproduksi, pabrik-pabrik dapat beroperasi, kapal-kapal dapat berlayar, bumi upaya dapat berinvestasi, anak-anak dapat bersekolah, dan keluarga-keluarga dapat merencanakan masa depan," ujarnya.

Prabowo kemudian membujuk Rusia dan negara-negara personil Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) ikut memperluas faedah perdamaian tersebut melalui hubungan nan lebih erat dengan Asia Tenggara.

"Indonesia sekarang mengundang Rusia dan setiap personil EAEU untuk membantu memperluas dividen perdamaian tersebut dengan menghubungkan Eurasia secara lebih erat dengan Asia Tenggara," ujarnya.

(eva/gbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News