Potensi Sebaran Ebola di Indonesia Sangat Kecil

Sedang Trending 4 bulan yang lalu
Potensi Sebaran Ebola di Indonesia Sangat Kecil Ilustrasi(Dok Magnific)

PENELITI Global Health Security Dicky Budiman mengatakan potensi penyebaran ebola di Indonesia sangat rendah. Oleh lantaran itu masyarakat dimintajangan panik, namun tetap menerapkan perilaku hidup sehat.

"Saat ini akibat penyebaran di Indonesia rendah sampai menengah tapi nyata ada dan ada potensinya, walaupun tidak tinggi," kata Dicky saat dihubungi Minggu (17/5).

Ia menjelaskan virus ebola berbeda dengan SARS-CoV-2 penyebab covid-19 nan menular melalui udara bebas. Ebola butuh kontak erat melalui cairan tubuh dan transmisinya juga relatif lebih lambat.

Meski begitu teta ada beberapa aspek nan meningkatkan risikonya seperti mobilitas internasional nan tinggi, urbanisasi di Afrika juga meningkat, bentrok bersenjata nan menghalang adanya isolasi alias pengendalian, kasus lintas negara dan unik untuk strain seperti bundibugyo belum ada vaksin nan berlisensi.

"Risiko masuk ke Indonesia terutama lewat penerbangan internasional nan transit, pekerja migran, pelaut, pelaku perjalanan bisnis, ataupun kasus impor nan tidak terdeteksi," jelasnya.

Namun, lanjut Dicky, bicara kemungkinan alias probabilitas terjadinya transmisi luas di Indonesia tetap jauh lebih rendah dibanding covid-19 alias Influenza lantaran ebola perlu kontak intens dekat erat.

"Dan biasanya jika pun terjadi outbreak lebih mudah dilokalisasi jika kalau sigap terdeteksi dan responnya cepat," tukasnya. 

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan pandemi Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat nan meresahkan bumi alias public health emergency of international concern (PHEIC).

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) melaporkan terdapat 13 kasus ebola nan telah terkonfirmasi. Selain itu, sebanyak 246 kasus belum terkonfirmasi telah teridentifikasi, sementara otoritas setempat juga menyelidiki kemungkinan kematian mengenai pandemi terhadap 65 orang lainnya. (E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑