Polri Pasang Wi-Fi Portable & Terbangkan Tim Trauma Healing ke Lokasi Gempa NTT

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko memberikan keterangan di Mako Poludara Korpolairud, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Minggu (16/8/2026). Foto: Ratu Shafa/kumparan

Polri mengerahkan 10 unit Wi-Fi portabel serta tim trauma healing ke wilayah terdampak musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengerahan tersebut dilakukan untuk mendukung pemulihan komunikasi dan kondisi psikologis penduduk korban gempa.

Karopenmas Divhumas Polri Kombes Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan terputusnya akses komunikasi menjadi salah satu hambatan utama dalam penanganan musibah saat ini. Polri menyalurkan sejumlah unit perangkat internet portabel untuk mengatasi hambatan prasarana di lapangan tersebut.

"Karena ada laporan dari Pak Kapolda beberapa hubungan internet nan susah ya lantaran akibat bencana, ini kita juga membawa Wi-Fi portable Vintech sebanyak 10 unit. Pemasangan teknologi ini sangat krusial agar jaringan komunikasi sigap terjangkau kembali, sehingga seluruh pembaruan info dan info penanganan di letak terisolir bisa didapatkan secara lebih cepat," kata Trunoyudo saat memberikan keterangan resmi di Mako Polisi Udara Korpolairud, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Minggu (16/8).

Foto udara sejumlah tenda pengungsian musibah gempa berdiri di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). Foto: Mega Tokan/ANTARA FOTO

Selain mengatasi halangan teknis komunikasi, penanganan akibat psikologis akibat musibah ini menjadi konsentrasi utama jejeran kepolisian. Polri telah menerbangkan tim unik pemulihan trauma (trauma healing) nan didampingi oleh tim kesehatan lapangan serta para master kepolisian.

Trunoyudo menekankan akibat musibah alam tidak sekadar menyisakan kerusakan bentuk pada gedung alias infrastruktur, tetapi juga luka emosional nan mendalam bagi para korban, terutama golongan rentan seperti anak-anak, perempuan, dan lansia.

"Kita mengharapkan semuanya bakal mendapatkan support secara merata. Bantuan ini tidak hanya disalurkan secara fisik, tetapi juga secara psikis. Kita kirimkan tim trauma healing, tenaga medis lapangan, perlengkapan pengungsian seperti tenda peleton, serta pemenuhan spesifik untuk kebutuhan kaum rentan. Ini menjadi prioritas mendesak nan sangat dibutuhkan saudara-saudara kita di tahap awal," jelasnya.

Untuk menjamin transparansi serta keterbukaan info di tengah situasi darurat, Mabes Polri turut menerbangkan Satuan Tugas (Satgas) Humas nan dipimpin oleh Kombes Pol. Bayu Suseno. Satgas ini bekerja mendirikan Media Center alias Posko Media guna menjembatani kebutuhan info publik dan wartawan di lapangan.

Melalui keberadaan Media Center tersebut, Polri mau memastikan arus info mengenai proses evakuasi, penyaluran logistik, hingga pembaruan jumlah korban dapat disajikan secara terverifikasi, akurat, dan berbasis koordinasi lintas kementerian/lembaga seperti BNPB dan BPBD setempat.

Trunoyudo menambahkan, seluruh upaya intervensi teknis, jaringan, hingga pemulihan psikis ini bakal terus dilakukan secara berkesinambungan. Polri berjanji bakal terus mendistribusikan armada dan support lanjutan secara bertahap, menyesuaikan hasil kajian kebutuhan terbaru dari wilayah terdampak musibah di NTT.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan