Jakarta - Polri menegaskan proses rekrutmen calon Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol), Bintara dan Tamtama tahun 2026 bakal melangkah transparan. Polri menyebut proses seleksi diawasi langsung oleh pihak eksternal.
"Jadi kehadiran kami di sini melaksanakan kegunaan pengawasan penerimaan rekrutmen personil Polri dengan prinsip 'BETAH', ialah kita membuka alias transparan secara seluas-luasnya, membuka penyelenggaraan ini berjalan dengan bersih, transparan, dan akuntabel, serta juga humanis," kata Wairwasum Polri Irjen Merdisyam di Polda Metro Jaya, Jumat (10/4/2026).
Merdisyam menegaskan pelaksana rekrutmen Polri mulai dari pendaftaran, pemeriksaan administrasi, pemeriksaan kesehatan hingga beragam tes lainnya dilakukan terbuka. Hasil dari setiap tahapan bakal langsung diumumkan.
"Peserta melaksanakan aktivitas dengan sistem one day service, hasil langsung diketahui dan diumumkan. Jadi ini menutup celah adanya permainan-permainan alias ketidakterbukaan nan selama ini mungkin dicurigai alias juga dianggap kita ini tidak terbuka," ujarnya.
Dia menyebut proses rekrutmen Polri diawasi langsung oleh lembaga pengawas, termasuk dari eksternal kepolisian salah satunya Kompolnas. Polri menjamin transparansi dan memastikan proses rekrutmen melangkah sesuai patokan nan berlaku.
"Selain daripada Kompolnas, juga melibatkan pengawas eksternal lainnya, ya kita seperti melibatkan Dukcapil, kemudian juga IDI, kemudian juga dari psikologi, dan juga dari universitas dan LSM lainnya," ucapnya.
Kompolnas Minta Warga Lapor
Ketua Harian Kompolnas, Arief Wicaksono Sudiutomo, meminta masyarakat ikut sama-sama mengawasi proses rekrutmen Polri. Dia meminta masyarakat melapor jika ada keluhan.
"Sekarang sudah era keterbukaan seperti tadi sudah disebutkan. Jadi dalam perihal disiapkan beberapa media platform nan untuk bisa diakses oleh masyarakat langsung, baik sebagai orang tua, keluarga, ataupun orang tua daripada adik-adik, anak-anak kita nan bakal mengikuti seleksi level Tamtama, Bintara, maupun level Perwira alias Akpol," kata Arief.
Sementara itu, Komisioner Kompolnas Choirul Anam (Cak Anam) mengimbau masyarakat agar tak percaya janji-janji oknum tak bertanggung jawab nan menawarkan masuk ke lembaga Polri. Dia meminta masyarakat mengikuti semua proses rekrutmen resmi nan diselenggarakan Polri.
"Kalau ada orang mengatakan bahwa, ya, ada nan bisa menjamin lolos, ada nan bisa menjamin A, B, C, D, terus minta duit dan lain sebagainya, jangan pernah percaya. Kenapa enggak boleh percaya? Karena sistem nan dibikin oleh rekan-rekan kepolisian susah untuk ditembus," ucap Anam.
Komisioner Kompolnas Choirul Anam (Cak Anam) Foto: Wildan/detikcom
Dia mewanti-wanti masyarakat nan mendapati praktik curang oknum tertentu untuk melaporkan perihal tersebut. Anam juga berpesan kepada para calon taruna agar mempersiapkan diri dengan baik.
"Kalau Anda semua, keluarga, peserta seleksi, masyarakat dan lain sebagainya, mendengar, melihat, alias apalagi terlibat langsung dalam proses kecurangan, laporkan! Laporkan kepada kepolisian, minimal laporkan kepada Propam, kepada Itwasda jika di daerah, kepada Kompolnas monggo, sama Itwasum jika di pusat," ujar Anam.
"Jadi kami membujuk seluruh masyarakat untuk juga bagian dari pengawasan. Kalau ada nan melakukan kecurangan dan lain sebagainya, apa pun corak kecurangannya silakan laporkan," imbuhnya. (wnv/fas)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·