Polri Bakal Panggil Pihak Kementerian ESDM Terkait Kasus Korupsi Batu Bara

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri bakal memanggil pihak dari Kementerian ESDM mengenai investigasi kasus korupsi pengadaan batu bara di sejumlah PLTU. Pihak ESDM itu bakal diperiksa dalam kapabilitas sebagai saksi.

"Ada beberapa saksi termasuk dari (Kementerian) ESDM juga bakal kita lakukan pemeriksaan ke depannya," kata Kepala Kortas Tipikor Polri Irjen Totok Suharyanto dalam bertemu pers di Mabes Polri, Senin (6/7/2026).

Totok mengatakan ada 16 saksi nan saat ini telah diperiksa penyidik. Pihaknya sebelumnya sudah menjadwalkan pemanggilan kepada 34 saksi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya kita sudah mengeluarkan (pemanggilan) 34 (saksi), tapi nan baru bisa diklarifikasi 16," katanya.

Kasus ini telah naik ke tingkat investigasi sejak awal bulan ini. Perkara itu terdaftar dengan nomor SP.Sidik/63/VII/RES.3.1./2026/Kortastipidkor, tanggal 4 Juli 2026.

Menurut Totok, selain belasan saksi, pihaknya juga sudah menganalisis sejumlah arsip untuk membikin terang perkara ini.

"Beberapa arsip juga sudah kita kajian sehingga kita menemukan peristiwa pidana korupsi tadi sehingga kita naikkan ke proses penyidikan," ujar Totok.

Kerugian Negara Ditaksir Capai Rp 5 Triliun

Direktur Penindakan Kortas Tipikor Polri Brigjen Robertus Yohanes De Deo menambahkan, ada sejumlah modus nan dilakukan pihak terduga pelaku dalam kasus ini. Salah satunya adalah manipulasi dokumen.

Penyidik juga menemukan manipulasi mengenai dengan jumlah batu bara nan dipasok ke PLTU, serta dugaan penyimpangan nan mengakibatkan pembayaran alias nilai perjanjian tidak sesuai dengan kondisi pasokan nan sebenarnya alias nan riil. Modus manipulasi itu menyebabkan negara merugi hingga Rp 5 triliun.

"Akibat perbuatan tersebut, ditambah dengan kerugian perekonomian mengenai dengan terjadinya blackout, diindikasikan telah terjadi kerugian finansial negara dan alias perekonomian negara kurang lebih 5 triliun," kata De Deo.

Dia menambahkan, praktik manipulasi itu berkontribusi terhadap gangguan pasokan batu bara hingga membikin terjadinya blackout di sejumlah wilayah Indonesia.

"Perbuatan alias modus-modus tersebut kami duga juga berkontribusi terhadap terganggunya pasokan batu bara nan berakibat terhadap terjadinya blackout alias pemadaman listrik di sejumlah wilayah di Indonesia, seperti di wilayah Sumatera, sebagian Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan sebagian Jabodetabek," pungkas De Deo.

(ygs/fca)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News